Kemenag Gandeng Al Azhar Mesir, Buka Peluang Double Degree

Penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) Kemenag dengan Universitas Al-Azhar Asy-Syarif. Dok Ditjen Pendis Kemenag.

Kemenag Gandeng Al Azhar Mesir, Buka Peluang Double Degree

Arga Sumantri • 13 October 2026 18:19

Jakarta: Kementerian Agama (Kemenag) dan Universitas Al-Azhar Asy-Syarif, Mesir, memperkuat kemitraan di bidang pendidikan tinggi Islam melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU). Kerja sama ini diharapkan membuka peluang kolaborasi akademik yang lebih luas, mulai dari program gelar ganda (double degree), penelitian bersama, hingga pertukaran tenaga pengajar.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Amien Suyitno menyebut penandatanganan MoU tersebut sebagai momentum penting setelah melalui proses panjang. Ia menjelaskan upaya mewujudkan kesepahaman antara Kemenag dan Al-Azhar telah berlangsung sejak periode sejumlah menteri agama sebelumnya.

“Penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Agama Republik Indonesia dan Al-Azhar Asy-Syarif ini merupakan peristiwa yang sudah sangat lama ditunggu-tunggu,” ujar Suyitno, dalam keterangan tertulis, Selasa, 13 Oktober 2026.

Menurut Suyitno, MoU ini menjadi awal babak baru kerja sama yang tidak hanya memperkuat hubungan kelembagaan, tetapi juga diharapkan berlanjut pada pelaksanaan program dan inisiatif nyata untuk meningkatkan kualitas pendidikan Islam di kedua negara.

Ia berharap kesepakatan tersebut menjadi fondasi untuk memperkuat kemitraan di bidang pendidikan Islam. Sekaligus, memperluas peluang penyiapan kader-kader ilmiah, serta mendorong pertukaran pengalaman dalam menghadapi tantangan pendidikan di era modern.

Suyitno juga berharap MoU ini membuka jalan bagi kerja sama yang lebih produktif antara perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) dan lembaga-lembaga pendidikan Islam di Indonesia dengan Al-Azhar. Salah satu peluang yang disorot ialah pelaksanaan perkuliahan daring yang dapat memperluas akses pembelajaran dan memperkuat hubungan akademik kedua pihak.

Menteri Agama Nasaruddin Umar. Foto: Ditjen Pendis Kemenag.

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengatakan, kerja sama dengan Al-Azhar tidak hanya diarahkan untuk memperkuat proses penerimaan mahasiswa Indonesia yang akan menempuh pendidikan di Mesir, tetapi juga diharapkan berkembang ke berbagai bidang akademik lainnya.

"Pada saat yang sama, kami berharap kerja sama antara Kementerian Agama dan Universitas Al-Azhar Asy-Syarif dapat berkembang mencakup bidang akademik yang lebih luas, tidak terbatas pada penerimaan mahasiswa baru saja, tetapi juga meluas ke program gelar akademis ganda (double degree), penelitian bersama, publikasi ilmiah bersama, pertukaran tenaga pengajar, dan bidang-bidang lainnya,” ujar Nasaruddin.

Menurut dia, perluasan kerja sama tersebut menjadi salah satu upaya untuk memperkuat hubungan keilmuan Indonesia dan Al-Azhar sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan tinggi Islam. Kolaborasi antarlembaga juga diharapkan dapat mendukung lahirnya generasi ulama dan peneliti yang memiliki kedalaman ilmu, akhlak mulia, serta sikap moderat.

Nasaruddin menjelaskan salah satu aspek penting dalam MoU tersebut adalah penguatan tata kelola penerimaan mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan studi di Al-Azhar. Melalui koordinasi dan integrasi antara kedua pihak, prosedur penerimaan diharapkan menjadi lebih jelas, terorganisasi, dan efektif.

Setiap tahun, Kemenag berkomitmen membuka pendaftaran bagi calon mahasiswa yang berminat melanjutkan pendidikan di Al-Azhar Asy-Syarif. Mahasiswa yang lolos tahapan seleksi juga akan mengikuti program peningkatan kemahiran bahasa Arab sebagai persiapan untuk menempuh pendidikan di tingkat universitas.

Nasaruddin menyampaikan peluang kolaborasi dapat dikembangkan melalui sejumlah program, seperti twinning program, kelas jarak jauh, double degree, penelitian bersama (joint research), perpustakaan bersama (joint library), dan seminar bersama. Berbagai skema tersebut menjadi peluang pengembangan kerja sama untuk memperluas hubungan akademik kedua pihak.

Sementara itu, Wakil Grand Syekh Al-Azhar, Syekh Ayman Abdel Ghany, turut menekankan pentingnya penguatan hubungan antara Kemenag dan Al-Azhar. Kolaborasi kedua lembaga diharapkan membuka ruang pengembangan kerja sama yang lebih luas, termasuk di bidang pendidikan, pelatihan, dakwah, dan penelitian.

Melalui kemitraan tersebut, Kemenag berharap hubungan akademik dengan Al-Azhar semakin kuat dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan mutu pendidikan tinggi Islam. Selain memperjelas jalur studi mahasiswa Indonesia di Mesir, kerja sama ini diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan riset, publikasi ilmiah, pertukaran keilmuan, serta perluasan akses pembelajaran bagi perguruan tinggi Islam di Indonesia.

(Arga Sumantri)