pendaftaran Call for Papers untuk konferensi internasional Al-Multaqa Ad-Dawli Lid-Dirasah Al-Islamiyah Wal Insaniyah Wal Hadariyah (Mu’tamad) 2026. Foto: Dok. Kementerian Agama
Kemenag Buka Call for Papers Mu’tamad 2026, Simak Info Selengkapnya
Angel Rinella • 12 October 2026 13:47
Jakarta: Kementerian Agama (Kemenag) membuka pendaftaran Call for Papers untuk konferensi internasional Al-Multaqa Ad-Dawli Lid-Dirasah Al-Islamiyah Wal Insaniyah Wal Hadariyah (Mu’tamad) 2026. Program ini mengundang akademisi, peneliti, pengelola pesantren, dosen, mahasiswa, hingga praktisi untuk mengirimkan abstrak dan karya ilmiah sesuai tema konferensi.
Dilansir dari laman resmi Kemenag, konferensi Mu’tamad 2026 mengusung tema “Menuju Pesantren Transformatif dalam Kajian Islam, Kemanusiaan, dan Peradaban Dunia”. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri 2026 dan akan berlangsung di Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, pada 29-30 Oktober 2026.
Melalui kegiatan ini, Kemenag ingin memperluas pertukaran gagasan antara pesantren Indonesia dan komunitas akademik internasional.
Pembahasan dalam kegiatan ini mencakup pengembangan pendidikan Islam, penguatan nilai Islam Wasathiyah atau Islam moderat, harmonisasi kurikulum, peningkatan standar mutu, serta internasionalisasi pesantren.
Baca Juga :
Viral Penghulu Marah-marah, Kemenag Tegaskan Layanan Akad Nikah Profesional dan Santun
.jpg)
Ilustrasi Pendaftaran. Foto: Dok. Freepik
Syarat Mengikuti Call for Papers Mu’tamad 2026
Peserta yang berminat mengikuti program ini perlu menyiapkan abstrak dan naskah ilmiah sesuai ketentuan panitia. Berikut persyaratan pengiriman abstrak yang perlu diperhatikan:
- Abstrak ditulis sepanjang 250-300 kata.
- Abstrak menggunakan salah satu bahasa yang ditentukan, yaitu bahasa Arab, Inggris, atau Indonesia.
- Abstrak mencantumkan judul karya, nama penulis, afiliasi, alamat email, kata kunci, dan subtema yang dipilih.
- Berkas abstrak disiapkan dalam format Microsoft Word.
- Abstrak dikirimkan melalui laman resmi Mu’tamad 2026 di https://multaqadawli2026.mahadalylirboyo.ac.id/.
- Apabila abstrak dinyatakan diterima, peserta perlu mengirimkan naskah lengkap (full paper) sesuai jadwal yang telah ditetapkan panitia.
Subtema Call for Papers Mu’tamad 2026
Panitia menyediakan delapan pilihan subtema yang dapat menjadi acuan peserta dalam menentukan fokus penelitian. Berikut daftar subtema yang dapat dipilih:
- Islam Wasathiyah dan Pendidikan Islam Moderat.
- Pesantren Transformatif: Kurikulum, Pedagogi, dan Standar Mutu.
- Internasionalisasi Pesantren dan Jaringan Keilmuan Global.
- Menjaga Warisan dan Identitas Islam Indonesia dalam Diplomasi Budaya Global.
- Kajian Islam, Kajian Kemanusiaan, dan Peradaban Dunia.
- Harmonisasi Kurikulum dan Akreditasi dalam Pendidikan Islam.
- Transformasi Digital, Inovasi, dan Pesantren.
- Topik lain yang relevan dengan tema konferensi.
Peserta dapat menyesuaikan topik penelitian dengan salah satu subtema tersebut. Misalnya, penelitian tentang penggunaan teknologi dalam pembelajaran pesantren dapat diarahkan pada subtema transformasi digital dan inovasi.
Sementara itu, kajian tentang pengembangan kurikulum pendidikan Islam dapat masuk dalam pembahasan pesantren transformatif atau harmonisasi kurikulum dan akreditasi. Panitia juga membuka ruang bagi topik lain selama masih berkaitan dengan tema utama konferensi.
Jadwal Penting Mu’tamad 2026
Peserta perlu memperhatikan setiap tahapan pendaftaran agar tidak melewatkan batas waktu pengiriman abstrak maupun naskah lengkap.
Berikut jadwal Call for Papers Mu’tamad 2026:
- Pengiriman abstrak: 7-14 Oktober 2026.
- Pengumuman abstrak yang diterima: 18 Oktober 2026.
- Pengiriman naskah lengkap (full paper): 18-23 Oktober 2026.
- Penetapan panelis: 26 Oktober 2026.
- Presentasi karya ilmiah terpilih: 29-30 Oktober 2026.
Berdasarkan jadwal tersebut, batas pengiriman abstrak jatuh pada 14 Oktober 2026. Peserta yang ingin mengikuti konferensi perlu menyiapkan abstrak dan melengkapi identitas penulis sebelum batas waktu tersebut.
Setelah abstrak dinyatakan diterima, peserta harus melanjutkan proses dengan mengirimkan naskah lengkap pada 18-23 Oktober 2026. Panitia kemudian menetapkan panelis pada 26 Oktober 2026 sebelum pelaksanaan konferensi.

Ilustrasi Pendaftaran. Foto: Dok. Pexels
Keuntungan Mengikuti Mu’tamad 2026
Keikutsertaan dalam Call for Papers Mu’tamad 2026 memberikan kesempatan bagi penulis untuk memperkenalkan hasil penelitian dan gagasannya dalam forum akademik internasional. Selain itu, terdapat sejumlah manfaat yang dapat diperoleh peserta sebagai berikut:
- Kesempatan mempresentasikan karya ilmiah di forum internasional
Penulis dengan karya terpilih berkesempatan mempresentasikan hasil penelitian dalam konferensi internasional yang berlangsung di Pesantren Lirboyo pada 29-30 Oktober 2026. Forum ini dapat menjadi ruang untuk menyampaikan gagasan sekaligus berdiskusi dengan peserta dari berbagai latar belakang akademik. - Memperluas jaringan akademik
Konferensi ini mempertemukan akademisi, peneliti, pengelola pesantren, dosen, mahasiswa, dan pemangku kepentingan pendidikan. Pertemuan tersebut membuka peluang pertukaran pengetahuan dan pengembangan kolaborasi penelitian maupun pendidikan. - Peluang publikasi karya ilmiah
Paper terpilih dapat dipertimbangkan untuk diterbitkan dalam prosiding konferensi atau jurnal mitra. Namun, publikasi tersebut tidak otomatis diberikan kepada seluruh peserta karena tetap mengikuti pertimbangan dan mekanisme penerbitan yang akan diinformasikan lebih lanjut. - Mengembangkan kajian tentang pesantren
Peserta dapat menyumbangkan perspektif akademik mengenai pendidikan Islam, tradisi keilmuan pesantren, moderasi beragama, digitalisasi, hingga hubungan pesantren dengan perkembangan peradaban global. Hasil kajian tersebut diharapkan dapat memperkaya pembahasan mengenai masa depan pendidikan pesantren.
Baca Juga :
Rangkaian Kegiatan Konferensi Mu’tamad 2026
Konferensi Mu’tamad 2026 akan menghadirkan sejumlah kegiatan akademik, meliputi sesi pleno atau keynote, sesi panel paralel, serta International Matchmaking.
Bahasa utama yang digunakan dalam konferensi ini adalah Arab, Inggris, dan Indonesia.
Panitia juga menyediakan fasilitas interpretasi sesuai kebutuhan untuk mendukung komunikasi selama kegiatan berlangsung.
Bagi calon peserta yang ingin mengikuti program ini, informasi mengenai ketentuan pengiriman abstrak dan perkembangan tahapan seleksi dapat dipantau melalui laman resmi https://multaqadawli2026.mahadalylirboyo.ac.id/.
(Siti Nahdia Usman)