Forensik Sebut Anak Korban Pembunuhan di Kebayoran Lama Kekurangan  Gizi

Asri, Dokter Forensik Rumah Sakit Polri. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.

Forensik Sebut Anak Korban Pembunuhan di Kebayoran Lama Kekurangan Gizi

Siti Yona Hukmana • 2 November 2026 13:49

Jakarta: Dokter Forensik Rumah Sakit Polri membeberkan hasil pemeriksaan forensik terhadap jasad anak perempuan usia 20 bulan yang menjadi korban pembunuhan di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kondisi fisik korban menunjukkan indikasi kelalaian pengasuhan berupa ketidaksesuaian tumbuh kembang fisik.

“Pada pemeriksaan kami menemukan keadaan anak tersebut dengan keadaan yang gizinya tidak sesuai dengan usianya. Kurang dari yang harusnya normal pada usia tersebut,” kata Asri selaku dokter forensik, di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin, 2 November 2026.

Selain masalah kekurangan gizi, tim forensik mendapati sejumlah luka fisik akibat tindakan penganiayaan yang tersebar di hampir seluruh area tubuh korban. Jejak penganiayaan tersebut ditemukan di bagian vital serta alat gerak. 

“Kemudian kami juga menemukan beberapa tanda-tanda kekerasan pada daerah wajah, perut, dada dan keempat anggota gerak,” kata Asri.

Pemeriksaan medis lebih lanjut menunjukkan penganiayaan terhadap korban diduga berlangsung berulang kali dalam kurun waktu yang relatif lama. 

"Sehingga berdasarkan kecurigaan tersebut kami melakukan pemeriksaan ronsen tulang-tulang di rumah sakit polri untuk memastikan adanya kekerasan terhadap tulang yaitu patah tulang,” ungkap Asri.

Konferensi pers pembunuhan anak di Kebayoran Lama. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.

Selaras dengan temuan pada pemeriksaan fisik luar, proses autopsi mengungkapkan adanya kerusakan signifikan pada bagian organ dalam korban. Kerusakan berupa trauma fisik tersebut teridentifikasi di rongga dada hingga rongga perut. 

“Dari hasil autopsi juga kami menemukan hal yang sejalan pada saat pemeriksaan luar yaitu kami menemukan tanda-tanda kekerasan atau cedera pada organ-organ tubuh bagian dalam. Apakah itu di dada maupun di perut, namun hasil pasti masih kami dalami,” beber Asri.

Pembunuhan anak ini terjadi di sebuah toilet umum sekitar Stasiun Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Sabtu malam, 31 Oktober 2026. Polisi menetapkan ayah tiri AR, 22 dan ibu kandung korban JM, 20 sebagai tersangka.

Pelaku membunuh korban dengan cara menenggelamkan di sebuah ember di toilet umum. Namun, penyebab pasti kematian korban dan motif pelaku masih diselidiki polisi.

(Metrotvnews.com/Afifah Alfina)

(Siti Yona Hukmana)