Diduga Jadi Korban Perundungan, Siswa SMP di Gowa Masuk ICU

Paman Korban perundungan di Kabupaten Gowa, Arifuddin, saat diwawancarai di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu, 31 Oktober 2026. Metrotvnews.com/Muhammad Syawaluddin.

Diduga Jadi Korban Perundungan, Siswa SMP di Gowa Masuk ICU

Muhammad Syawaluddin • 31 October 2026 22:35

Gowa: Seorang siswa sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, diduga menjadi korban perundungan oleh teman-teman sekolahnya. Siswa tersebut kini menjalani perawatan intensif di ruang ICU Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.

Paman korban, Arifuddin, mengatakan keponakannya harus mendapatkan penanganan medis intensif setelah kondisi kesehatan yang memburuk. Keluarga menduga kondisi tersebut berkaitan dengan perundungan yang dialaminya di sekolah.

"Jadi kondisi keponakan ini, awalnya ini karena itu dia di-bully di sekolah," katanya, saat diwawancarai, di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu, 31 Oktober 2026.

Arifuddin menjelaskan, sebelum tidak sadarkan diri dan dibawa ke rumah sakit, korban sempat menceritakan pengalaman yang dialaminya kepada sang tante. Siswa kelas I SMP itu mengaku mendapat gangguan dari tiga orang teman, termasuk kakak kelas dan teman seangkatannya.

"Korban sempat cerita kepada tantenya bahwa yang mengganggunya tiga orang. Kakak kelasnya sama teman kelasnya," ungkapnya.
 


Menurut Arifuddin, korban mulai enggan berangkat ke sekolah setelah kejadian tersebut. Keluarga awalnya tidak mengetahui penyebab perubahan perilaku itu. Namun, mereka melihat kondisi fisik korban semakin lemah dan menunjukkan ketakutan.

"Dua minggu kayaknya. Dua minggu sudah tidak masuk sekolah," ungkapnya.

Kondisi korban kemudian semakin menurun. Pada Jumat, 30 Oktober 2026, ia mengalami kejang hingga kehilangan kesadaran. Keluarga juga mendapati jari-jari korban membiru sehingga segera membawanya ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.

"Satu Minggu kemudian itu dia jalan itu sudah sempoyongan. Tapi setelah pingsan dan keluar air liur dari mulutnya seperti orang kejang-kejang kami langsung bawa ke rumah sakit," ungkapnya.


Ilustrasi medcom.id


Hingga Sabtu, 31 Oktober 2026, korban masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Arifuddin berharap keponakannya segera pulih dan dapat kembali menjalani aktivitas seperti biasa.

Ia juga meminta pihak sekolah meningkatkan perhatian terhadap keamanan dan kondisi siswa, termasuk mencegah terjadinya perundungan di lingkungan pendidikan.

"Saya harap keponakan saya ini kembali sehat dan normal kembali. Terus kalau bisa pihak sekolah tolong diperhatikan keponakan ini (soal perundungan)," ujarnya.

(Whisnu M)