Seorang siswa SD di Pekalongan ajani depresi diduga akibat perundungan dievakuasi ke rumah sakit. (Foto: MI/Akhmad Safuan)
Siswa SD di Pekalongan Alami Gangguan Psikologis Diduga akibat Perundungan
Akhmad Safuan • 30 October 2026 12:55
Pekalongan: Seorang siswa berusia 12 tahun berinisial KFN di salah satu sekolah dasar negeri di Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, harus menjalani perawatan di rumah sakit. Kondisinya diduga mengalami gangguan psikologis setelah menjadi korban perundungan oleh sejumlah teman sekolahnya.
KFN terlihat duduk di atas dipan di Rumah Sakit Djunaid, Pekalongan. Raut wajahnya tampak murung dengan tatapan kosong. Anak tersebut juga terlihat ketakutan ketika berhadapan dengan orang yang belum dikenalnya.
Sesekali KFN berbicara pelan dengan ibunya, Siti Munawarah. Sang ibu mengaku khawatir melihat perubahan perilaku anaknya yang tidak lagi bersedia pergi ke sekolah setelah diduga mengalami perundungan.
"Sudah tidak mau sekolah dua minggu lebih, kondisinya semakin berat," kata ibu korban, Jumat, 30 Oktober 2026.
Siti mengatakan perubahan perilaku KFN berlangsung lebih dari dua pekan. Anak tersebut semakin enggan bersekolah, sementara dokter menyampaikan adanya gangguan pada kondisi mental yang diduga telah lama dipendam.
"Mungkin dia merasa diancam atau merasa gimana, pokoknya ketakutan," tambahnya.
Siti juga mengungkapkan kekecewaannya karena anak-anak yang diduga terlibat dalam perundungan masih beraktivitas seperti biasa. Menurut dia, keluarga dari sejumlah siswa yang diduga terlibat memang telah mendatangi kediamannya, tetapi belum menyelesaikan persoalan yang dialami anaknya.
Ia menyebut keluarga para siswa tersebut sempat menawarkan penggantian biaya transportasi. Namun, Siti mengaku bingung dengan tawaran tersebut dan memilih menyerahkan penanganan perkara kepada kepolisian.
"Kami minta keadilan dan semua terserah kepada polisi, yang penting saat ini adalah kondisi anak kami," imbuhnya.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan Nasruddin mengatakan pihaknya telah menerjunkan tim untuk menyelidiki dugaan perundungan tersebut. Penelusuran dilakukan dengan mendatangi sekolah tempat KFN belajar serta lingkungan tempat tinggal korban dan anak-anak yang diduga terlibat.
"Menurut informasi yang kami terima, ada lima anak yang terlibat dan kemungkinan ada anak-anak lain yang hanya menyaksikan," kata Nasruddin.
Nasruddin menjelaskan Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan juga berkoordinasi dengan kepolisian dan Dinas Kesehatan untuk menangani kasus tersebut. Salah satu perhatian utama ialah pemulihan kondisi KFN agar dapat kembali mengikuti kegiatan belajar.

Ilustrasi medcom.id
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Ryan Ardana Putra mengatakan KFN telah dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan dan memperoleh penanganan medis. Pemeriksaan awal dilakukan di Rumah Sakit Djunaid setelah kondisi anak tersebut menjadi perhatian keluarga.
"Kemarin sore kita evakuasi ke Rumah Sakit Djunaid, kita fokus terhadap korbannya dulu, sedangkan masalah kasusnya pihak lain yang akan menangani," ujar Ryan Ardana Putra.
Ryan menjelaskan, setelah pemeriksaan awal, tim kesehatan akan melakukan asesmen untuk menentukan rumah sakit rujukan yang sesuai dengan kebutuhan perawatan KFN. Dinas Kesehatan juga menyiapkan persyaratan administrasi sebelum proses rujukan dilakukan.
Ia mengatakan pihaknya belum dapat menyampaikan kondisi maupun diagnosis medis KFN. Namun, penanganan lanjutan di rumah sakit diharapkan dapat membantu proses pemulihan anak tersebut. Perawatan diperkirakan berlangsung hingga sekitar satu pekan.
"Di rumah sakit fokus pada pengobatan dahulu, setelah kondisinya mulai membaik, dapat dilakukan pengobatan rawat jalan sambil kembali masuk sekolah," tuturnya.