Arista Group Resmikan 20 Diler BYD dan DANZA, Perluas Jaringan hingga Kota Lapis Kedua

Arista Group dan BYD resmikan 20 diler baru di berbagai wilayah Indonesia di Arista BYD & DANZA PIK 2, Tangerang, Banten, Jumat, 16 Oktober 2026. (Foto: Metrotvnews.com/Patrick Pinaria)

Arista Group Resmikan 20 Diler BYD dan DANZA, Perluas Jaringan hingga Kota Lapis Kedua

Patrick Pinaria • 16 October 2026 15:25

Tangerang: Arista Group meresmikan 20 diler baru BYD dan Danza di berbagai wilayah Indonesia, Jumat, 16 Oktober 2026. Peresmian yang dipusatkan di Arista BYD & DANZA PIK 2, Tangerang, ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas jangkauan penjualan dan layanan kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV), sekaligus memperkuat ekosistem elektrifikasi di Tanah Air.

Chairman Arista Group Hartono Sohor mengatakan, ekspansi tersebut mencerminkan komitmen Arista Group bersama BYD dan DANZA untuk menghadirkan kendaraan energi baru tidak hanya di kota-kota besar, tetapi juga di kota lapis kedua atau second-tier cities.

"Kehadiran diler Arista BYD & DANZA di PIK 2 bukan sekadar ekspansi bisnis, melainkan wujud nyata konsistensi Arista Group dalam memimpin transisi energi hijau di Indonesia. 20 diler baru di Indonesia, bukan sekadar ekspansi bisnis, melainkan wujud nyata kesiapan Arista Group bersama BYD dan DANZA untuk memimpin revolusi energi hijau secara masif dan mendekatkan mobilitas masa depan bagi masyarakat Indonesia," ujar Hartono.


Chairman Arista Group Hartono Sohor saat memberikan sambutan dalam acara peresmian diler BYD dan DANZA di kawasan PIK 2, Tangerang. (Foto: dok. Arista)

Dari total 20 diler yang diresmikan, satu merupakan diler DANZA dan 19 lainnya merupakan diler BYD. Hartono menyebut jaringan baru tersebut tersebar di 11 provinsi dan 16 kota atau kabupaten, termasuk sejumlah wilayah yang selama ini tidak identik dengan pasar otomotif utama.

Beberapa di antaranya adalah Martapura di Kalimantan Selatan dan Tenggarong di Kalimantan Timur. Menurut Hartono, perluasan jaringan ke wilayah tersebut menunjukkan keseriusan Arista Group dan BYD dalam mendekatkan akses kendaraan energi baru kepada masyarakat di berbagai daerah.

"Jadi itu menunjukkan komitmen Arista dan BYD bukan hanya membangun di kota besar. Tapi second city, fasilitasnya juga dibangun dan ada fasilitas di second city," kata Hartono dalam sambutannya di acara Grand Opening BYD & Danza Arista Dealers pada Jumat, 16 Oktober 2026.

Ia menambahkan, pengembangan jaringan di kota lapis kedua masih akan berlanjut. Arista Group dan BYD tengah memproses ekspansi ke sejumlah wilayah lainnya untuk memperluas akses konsumen terhadap produk dan layanan kendaraan energi baru.
 

Jaringan diler BYD dan DANZA lampaui target

Ekspansi tersebut juga menandai pencapaian jaringan diler BYD dan DANZA yang telah melampaui target awal. Head of PR & Government Relation BYD Indonesia Luther Panjaitan mengatakan, perusahaan sebelumnya menargetkan memiliki 100 diler pada 2026. Namun, jumlah jaringan yang telah dicapai mencapai 110 diler, termasuk 20 titik yang diresmikan pada hari ini.

"Sampai saat ini memang kita sudah sedikit melebihi target. Tadinya kita menargetkan 100 diler di tahun ini. Ternyata kita telah mencapai 110. Dan hari ini salah satunya adalah menggambarkan pencapaian kita langsung membuka 20," ujar Luther.

Ia mengatakan, pengembangan jaringan masih berlanjut karena sejumlah cabang lainnya sedang dalam proses konstruksi. BYD juga telah memasuki beberapa provinsi di luar Pulau Jawa, termasuk wilayah Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga mulai menjangkau Indonesia timur seperti Nusa Tenggara Barat (NTB).


Chairman Arista Group Hartono Sohor (kiri kedua) bersama Vice President of BYD Co., Ltd., General Manager of the BYD Asia-Pacific Automotive Sales Business Department, and President of BYD Japan Liu Xueliang (kanan kedua) dalam seremoni penyerahan cendera mata usai peresmian diler. (dok. Arista)

Luther menjelaskan, ekspansi ini didorong pertumbuhan pasar kendaraan elektrifikasi yang lebih cepat dari perkiraan. Menurut dia, pangsa kendaraan listrik di Jabodetabek yang pada 2024 masih sekitar 2 persen telah mencapai 33 persen pada 2026. Sementara itu, secara nasional, pangsanya diperkirakan berada di kisaran 23–24 persen.

Pertumbuhan tersebut turut membuka peluang pasar di luar kota-kota besar. Selain kendaraan listrik murni atau battery electric vehicle (BEV), BYD juga mengembangkan kendaraan berbasis teknologi Dual Mode (DM) yang mengintegrasikan tenaga listrik dan mesin berbahan bakar bensin.

Menurut Luther, teknologi DM dapat menjadi alternatif bagi konsumen di daerah yang belum sepenuhnya yakin untuk beralih langsung ke kendaraan listrik murni. Karena itu, kesiapan jaringan diler menjadi bagian penting untuk mengakomodasi minat konsumen terhadap berbagai pilihan kendaraan elektrifikasi.

"Karena kunci untuk pelayanan yang bagus itu di industri otomotif itu adalah jaringan penjualan," katanya.
 

Arista PIK 2 jadi pusat pengembangan bisnis

Selain memperluas jaringan secara nasional, Arista Group juga meresmikan fasilitas Arista BYD & Danza PIK 2 sebagai salah satu lokasi strategis dalam pengembangan bisnis perusahaan.

Berlokasi di kawasan Pantai Indah Kapuk 2, Tangerang, diler ini dirancang untuk menghadirkan layanan 3S, yakni sales, service, dan spare parts. Fasilitasnya mencakup showroom kendaraan BYD dan area khusus Danza, ruang tunggu pelanggan, serta layanan purnajual yang ditangani teknisi bersertifikasi resmi.
 

Diler ini juga terintegrasi dengan ekosistem Arista Power, termasuk teknologi BYD FLASH Charging, empat unit stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) berteknologi fast charging, serta layanan konsultasi dan pemasangan perangkat home charging.

Teknologi BYD FLASH Charging yang diperkenalkan untuk pasar Indonesia pada 14 Oktober 2026 memiliki daya pengisian hingga 1.500 kW. Teknologi tersebut diklaim memungkinkan kendaraan siap digunakan dalam lima menit dan terisi penuh dalam sembilan menit.

Hartono mengatakan, pembangunan fasilitas di PIK 2 juga menjadi bagian dari investasi jangka panjang Arista Group dalam memperkuat kemitraannya dengan BYD. Ia menyebut gedung yang dibangun di atas lahan seluas 4.500 meter persegi itu memiliki enam lantai, terdiri dari area operasional diler di lantai satu dan dua serta kantor pusat Arista Group di lantai tiga hingga enam.

Menurut Hartono, kantor pusat tersebut direncanakan selesai pada akhir 2026 agar dapat digunakan secara efektif pada tahun berikutnya. Kehadirannya diharapkan mendukung koordinasi operasional perusahaan sekaligus meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.

Ia menegaskan, BYD merupakan mitra penting bagi Arista Group dalam mengembangkan bisnis otomotifnya. Karena itu, perusahaan berupaya menyediakan fasilitas dan dukungan yang memadai untuk menunjang pertumbuhan merek tersebut di Indonesia.
 

BYD perkuat komitmen terhadap pasar Indonesia

Vice President of BYD Co., Ltd., General Manager of the BYD Asia-Pacific Automotive Sales Business Department, and President of BYD Japan Liu Xueliang mengatakan, Indonesia merupakan salah satu pasar strategis dan dinamis bagi BYD di kawasan Asia-Pasifik.

"Indonesia merupakan salah satu pasar paling dinamis dan strategis bagi BYD di kawasan Asia-Pasifik, di mana kepercayaan lebih dari 110.000 keluarga Indonesia menjadi motivasi terbesar kami untuk terus menghadirkan inovasi terbaik. Peresmian serentak 20 diler baru bersama mitra strategis kami, Arista Group, termasuk fasilitas megah BYD dan Danza di PIK 2 yang dilengkapi teknologi mutakhir FLASH Charging, merupakan wujud nyata komitmen kami dalam membangun ekosistem kendaraan energi baru yang komprehensif dan mendekatkan mobilitas masa depan berstandar global kepada masyarakat Indonesia," ujar Liu.


Vice President of BYD Co., Ltd. Liu Xueliang mengapresiasi kemitraan strategis dengan Arista Group yang turut mendorong ekosistem kendaraan energi baru di Indonesia. (dok. Arista)

Dalam sambutannya, Liu juga menyampaikan apresiasi kepada Hartono Sohor dan tim Arista Group atas dukungan dalam mengembangkan bisnis BYD di Indonesia. Ia mengingat kembali kunjungannya ke lokasi PIK 2 pada 2024, ketika kawasan tersebut masih berupa lahan kosong.

Menurut Liu, pengembangan jaringan diler menjadi bagian penting dalam memperkenalkan inovasi dan teknologi BYD kepada konsumen. Showroom tidak hanya berfungsi sebagai tempat penjualan kendaraan, tetapi juga sebagai ruang bagi masyarakat untuk mengenal dan merasakan langsung teknologi yang ditawarkan.

Liu menegaskan, BYD akan terus menghadirkan teknologi, inovasi, dan produk baru ke Indonesia dalam waktu yang semakin cepat. Ia juga berharap BYD bersama para mitranya dapat memberikan layanan terbaik kepada konsumen sekaligus berkontribusi terhadap perkembangan energi hijau.

Komitmen tersebut turut diperkuat oleh kehadiran fasilitas produksi lokal BYD di Subang, Jawa Barat, yang diresmikan pada September 2026. Liu mengatakan, model D9 yang baru diluncurkan juga telah diproduksi di fasilitas tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Liu menyebut BYD telah menjual 110.000 unit kendaraan di Indonesia. Pencapaian ini, bersama ekspansi jaringan diler dan pengembangan produksi lokal, menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat kehadirannya di pasar domestik.
 

Perluas akses dan pengalaman pelanggan

Melalui peresmian 20 diler baru tersebut, Arista Group memperluas jaringan penjualan dan layanan BYD serta Danza di sejumlah wilayah, meliputi Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatra, Kepulauan Riau, hingga Kalimantan.

Ekspansi ini sekaligus memperkuat akses konsumen terhadap kendaraan energi baru, baik kendaraan listrik untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari maupun kendaraan premium Danza yang mengedepankan kenyamanan, teknologi, dan kemewahan.


Jajaran manajemen Arista Group dan BYD berfoto bersama. Ekspansi 20 diler baru ini melampaui target awal penambahan jaringan perusahaan di tahun 2026. (dok. Arista)

Dengan pengembangan jaringan diler, penyediaan fasilitas pengisian daya, serta dukungan layanan purnajual, Arista Group dan BYD berupaya membangun ekosistem kendaraan energi baru yang lebih terintegrasi. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya kedua perusahaan menjangkau lebih banyak konsumen dan mendukung perkembangan mobilitas berbasis energi baru di Indonesia.

(Patrick Pinaria)