Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi. Foto: Metrotvnews.com/Andika Fauzan.
Aset Keuangan Syariah RI Tumbuh 8,19%, Tembus Rp3.200 Triliun
Andika Fauzan Azhari • 20 October 2026 17:26
Jakarta: Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari mengatakan, total aset pasar modal syariah Indonesia mengalami pertumbuhan yang solid dan tercatat mencapai Rp1.942 triliun pada periode Agustus 2026. Kenaikan ini menunjukkan fundamental yang kuat di tengah dinamika sektor jasa keuangan.
"Total aset pasar modal syariah Rp1.942 triliun, sementara total aset perbankan syariah Rp1.089 triliun," ujar Friderica dalam acara Ijtima' Sanawi, Selasa, 20 Oktober 2026.
Friderica mengatakan, secara keseluruhan total aset industri keuangan syariah nasional telah mencapai Rp3.200 triliun atau tumbuh 8,19 persen secara year-on-year. Capaian tersebut membuat market share aset keuangan syariah terhadap total sektor jasa keuangan telah menembus angka 11,16 persen.
Pertumbuhan tersebut juga didukung oleh sektor IKNB syariah yang mencatatkan aset hampir mencapai Rp200 triliun. Kinerja emiten pada kuartal kedua 2026 secara pendapatan dan laba juga terpantau mengalami peningkatan.
Jadi penopang ekonomi nasional
Menurut Friderica, modalitas pasar modal syariah yang kuat serta perekonomian Indonesia yang solid menjadi fondasi utama bagi masyarakat untuk berinvestasi.
"Secara modalitas kita sangat kuat, ekonomi Indonesia solid, dan ini tentunya juga menjadikan suatu fundamental yang sangat bisa dijadikan pegangan untuk orang ingin berinvestasi di Indonesia," tambah dia.
Ia menegaskan, OJK terus berkomitmen melaksanakan reformasi dan perbaikan di pasar modal, mulai dari sisi integritas, keterbukaan, hingga penegakan enforcement agar kepercayaan investor terus terjaga.