OJK Sebut Literasi Inklusi Keuangan Lampaui Target RPJMN 2029

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi. Foto: Dok istimewa

OJK Sebut Literasi Inklusi Keuangan Lampaui Target RPJMN 2029

Eko Nordiansyah • 20 October 2026 11:35

Jakarta: Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengatakan, dari hasil survei nasional literasi inklusi keuangan di Indonesia sudah melampaui target dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2029.

"Indeks inklusi keuangan sudah mencapai 93,61 persen dan indeks literasi keuangan sudah mencapai 69,57 persen," kata Friderica di Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa, 20 Oktober 2026.

Sementara itu pada RPJMN 2025–2029 untuk 2029 literasi keuangan ditargetkan sebesar 69,35 persen dan inklusi keuangan keuangan sebesar 93 persen.

Friderica mengatakan, dari hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) terhadap 75 ribu responden di seluruh Indonesia telah menunjukkan target RPJMN 2029 telah terlampaui.


(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)

Literasi dan inklusi belum merata

Akan tetapi, kata dia, masih belum meratanya literasi dan inklusi keuangan di seluruh wilayah di Indonesia, terutama antara pedesaan dan perkotaan yang memiliki jarak cukup besar.

Untuk itu lanjut dia, gap yang cukup besar angkanya antara kota dan desa ini menjadi pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan bersama.

"Di sini kita bisa melihat ada daerah-daerah yang memang sudah tinggi tingkat literasi dan inklusinya di atas tingkat nasional," ujar dia.

Ia menambahkan bahwa kalau dilihat literasi keuangan yaitu menempati urutan pertama DKI Jakarta, kemudian Kalimantan Selatan dan Bali.

"Tapi kalau kita lihat inklusinya, yang tertinggi di DKI Jakarta, Yogyakarta dan Riau. Dan yang bisa kita lihat dari sini adalah bagaimana untuk daerah-daerah yang di ujung masih sangat jauh di bawah indeks nasional, ini jadi PR kita semua," kata dia.

(Eko Nordiansyah)