Suasana pernikahan tanpa dekorasi dan makanan diduga menjadi korban penipu oleh Wedding Organizer (WO) di Bekasi. Foto: ANTARA/Instagram/@meislvy.
Viral Penipuan WO Marwah, Polisi Minta Korban Melapor
Fachri Audhia Hafiez • 24 May 2026 22:57
Jakarta: Polres Metro Jakarta Timur meminta para calon pengantin yang menjadi korban dugaan penipuan oleh penyelenggara pernikahan (wedding organizer/WO) untuk segera membuat laporan polisi resmi. Kasus ini mencuat setelah sebuah video viral di media sosial memperlihatkan pesta pernikahan di Bekasi yang terlantar tanpa dekorasi dan katering akibat ulah pengelola WO.
"Silakan lapor, calon pengantin yang ada di video Instagram itu rencana baru hari ini mau datang dilaporkan, kantor WO-nya di Cakung," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Bayu Kurniawan, saat dikonfirmasi di Jakarta, dilansir Antara, Minggu, 24 Mei 2026.
Bayu menegaskan, jajaran Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur siap menerima dan menindaklanjuti laporan dari para korban maupun vendor yang merasa dirugikan. Berdasarkan penyelidikan awal, kantor atau gudang milik WO yang diketahui bernama Marwah tersebut terdeteksi berada di wilayah Kecamatan Cakung, Jakarta Timur.
Bayu juga membenarkan bahwa pada Sabtu, 23 Mei 2026, sejumlah klien dari WO tersebut sempat mendatangi mapolres. Namun, kedatangan mereka baru sebatas melakukan konsultasi hukum karena tanggal pelaksanaan pesta pernikahan mereka belum berlangsung.
"Yang datang kemarin itu orang yang pesta pernikahannya belum sesuai jadwal perjanjian. Jadi belum tahu apakah akan terlaksana atau tidak. Cuma klien yang datang kemarin itu belum bisa kita katakan sebagai korban," jelas Bayu.
Kasus dugaan penipuan massal ini pertama kali geger setelah akun Threads @meislvy mengunggah kondisi pilu resepsi pernikahan sepupunya di Bekasi. Dalam rekaman video yang beredar luas, gedung pernikahan yang seharusnya megah tampak kosong melompong tanpa hiasan pelaminan, meja prasmanan, maupun makanan utama yang telah dipesan.
Guna menyiasati situasi memilukan tersebut, pihak keluarga terpaksa membagikan makanan ringan seadanya dan air mineral botol kepada para tamu undangan yang telanjur hadir. Suasana haru pun pecah di dalam gedung. Beruntung, pemandu acara (master of ceremony/MC) dalam pesta itu tetap bersedia memimpin acara secara profesional meski dirinya juga menjadi korban penipuan karena belum dibayar oleh pihak WO.
Hingga saat ini, polisi masih menghitung total kerugian dan jumlah pasti korban yang terjerat rayuan WO nakal tersebut. Polres Metro Jakarta Timur mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur harga murah dan meminta publik lebih selektif serta memeriksa rekam jejak legalitas penyedia jasa sebelum menyetorkan uang dalam jumlah besar.