Polisi menyita busur dan petasan saat membubarkan tawuran di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (25/5/2026) pagi. (ANTARA/Siti Nurhaliza).
Polisi Sita Busur dan Petasan saat Bubarkan Tawuran di Klender Jaktim
Achmad Zulfikar Fazli • 25 May 2026 12:36
Jakarta: Polisi telah membubarkan tawuran antarkelompok di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur (Jaktim). Saat membubarkan tawuran tersebut, sejumlah senjata dan benda berbahaya turut disita, seperti busur serta petasan.
"Berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga akan digunakan dalam aksi tawuran. Barang bukti yang diamankan, antara lain tiga petasan, lima busur, dan satu proyektil ketapel," kata Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal di Jakarta, dilansir dari Antara, Senin, 25 Mei 2026.
Bentrokan antarwarga ini terjadi sekitar pukul 07.10 WIB. Petugas gabungan dari Tim Patroli Perintis Presisi Polres Metro Jakarta Timur dan personel Patra Brimoblangsung diterjunkan ke lokasi setelah menerima laporan dari warga untuk mengamankan dan membubarkan massa yang terlibat tawuran.
Setibanya di lokasi, aparat mendapati situasi masih memanas. Polisi bergerak cepat membubarkan kelompok yang terlibat bentrokan itu dan menyisir sekitar lokasi kejadian.
"Dari hasil pemeriksaan di lapangan itulah petugas menemukan sejumlah barang bukti yang diduga dipersiapkan untuk digunakan dalam aksi tawuran," ujar Alfian.
Menurut dia, temuan senjata rakitan menunjukkan tawuran tersebut berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat maupun pengguna jalan yang melintas di kawasan Jalan I Gusti Ngurah Rai.
"Petugas kemudian mengamankan barang-barang tersebut guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut," ucap Alfian.
Setelah kondisi berhasil dikendalikan, polisi melanjutkan patroli dan pengamanan di Pos Terpadu Bonsi untuk memastikan tidak ada kelompok lain yang kembali melakukan penyerangan ataupun memicu bentrokan susulan. Alfian mengatakan patroli gabungan itu bagian dari upaya kepolisian dalam menjaga keamanan wilayah Jakarta Timur dari ancaman tawuran, kejahatan jalanan, dan gangguan kamtibmas lainnya.
Dia mengapresiasi peran masyarakat yang cepat melaporkan kejadian sehingga aparat dapat segera turun ke lokasi sebelum situasi berkembang lebih luas.
"Berkat respons cepat petugas, aksi tawuran berhasil dibubarkan dan situasi dapat dikendalikan dengan aman," ujar Alfian.
%20pagi_%20(ANTARA_Siti%20Nurhaliza).jpg)
Tawuran antarwarga di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (25/5/2026) pagi. (ANTARA/Siti Nurhaliza).
Baca Juga:
Tawuran Warga Pecah di Klender Jaktim, Macet hingga 2 KM Lebih |
Dia mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor apabila melihat indikasi tawuran atau aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. Dia juga memastikan setiap laporan masyarakat segera ditindaklanjuti demi menjaga keamanan dan ketertiban wilayah.
Alfian mengingatkan masyarakat, khususnya orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak dan remaja guna mencegah keterlibatan dalam aksi tawuran yang dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain.
Sebelumnya, tawuran antarwarga kembali terjadi di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur (Jaktim), pada Senin, 15 Mei 2026, pagi. Peristiwa ini menyebabkan kemacetan panjang lebih dari 2 kilometer (km) dan mengganggu aktivitas masyarakat.
"Terganggu, ganggu banget, mana hari Senin, orang mulai beraktivitas, pagi-pagi pula, malah macet panjang begini karena ada tawuran," kata salah seorang pengendara motor, Alwan, 32, di lokasi kejadian, Jakarta Timur, dilansir dari Antara, Senin, 25 Mei 2026.
Aksi saling serang terjadi sejak pagi hari dan membuat arus lalu lintas dari arah Bekasi menuju Cipinang lumpuh total. Bentrokan yang melibatkan warga Kebon Singkong, Klender, dengan warga Cipinang Jagal, Pulogadung, itu membuat para pengendara motor maupun mobil terpaksa berhenti dan menunggu situasi aman sebelum melintas di lokasi.
Kedua kelompok warga terlihat saling menyerang menggunakan senjata tajam, lemparan batu, dan petasan. Situasi mencekam membuat pengguna jalan memilih menepi agar tidak terkena serangan.