Harga Emas Dunia Turun Tajam, Ini Penyebab dan Prospeknya ke Depan

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Harga Emas Dunia Turun Tajam, Ini Penyebab dan Prospeknya ke Depan

Ade Hapsari Lestarini • 23 March 2026 11:55

Jakarta: Harga emas dunia di pasar internasional telah memperpanjang kerugian. Harga emas merosot ke level terendah hampir empat bulan.

Harga emas spot turun lebih dari tiga persen menjadi sekitar USD4.340 per ons, menandai penurunan sesi kesembilan berturut-turut. Kontrak berjangka emas AS juga mengalami penurunan tajam. Perak juga mencerminkan tren tersebut, kehilangan lebih dari tiga persen dalam perdagangan global.

Melansir NDTV, Senin, 23 Maret 2026, harga emas dan perak global sedikit turun pada perdagangan awal Senin. Penurunan ini mengikuti pelemahan di pasar global dan meningkatnya ketidakpastian seputar inflasi dan suku bunga.
 

Penyebab penurunan emas


Penurunan harga logam mulia sebagian besar terkait dengan isyarat global. Kombinasi beberapa faktor membebani harga, di antaranya:
  1. Kenaikan harga minyak mentah memicu kekhawatiran inflasi secara global.
  2. Ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi mengurangi daya tarik emas, yang tidak menawarkan imbal hasil seperti aset berbunga.
  3. Penguatan dolar AS dan imbal hasil obligasi membuat emas batangan lebih mahal bagi pembeli luar negeri.
  4. Meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, termasuk ancaman di sekitar Selat Hormuz, menambah volatilitas pasar.

Pada intinya, lingkungan saat ini bekerja melawan emas. Ketika suku bunga tetap tinggi dan dolar menguat, investor cenderung beralih dari aset yang tidak menghasilkan imbal hasil seperti emas dan perak.

Secara jangka pendek, emas dan perak akan bergantung pada beberapa hal berikut:
  1. Pergerakan harga minyak mentah.
  2. Sinyal dari Federal Reserve AS tentang pemotongan suku bunga.
  3. Perkembangan geopolitik di Timur Tengah.
  4. Tren dolar AS dan imbal hasil obligasi.



Ilustrasi emas. Foto: dok Freepik.


Baca Juga :

Harga Emas Anjlok, Level Terburuk dalam 4 Dekade


Penurunan harga emas


Melansir Gotrade, harga emas global telah turun signifikan sebesar 11 persen selama seminggu terakhir. Penurunan ini terjadi di tengah meningkatnya konflik di Iran, yang memengaruhi aliran minyak global dan mengurangi daya tarik emas sebagai aset safe haven.

Pelemahan emas ini bertepatan dengan pergeseran ekspektasi suku bunga dan penguatan dolar AS. Tren ini membuat pelaku pasar memprediksi The Fed akan mempertahankan suku bunga sepanjang tahun ini.

Bank sentral AS, The Fed, telah mempertahankan suku bunga tetap stabil selama dua pertemuan terakhir. Hal ini membuat instrumen penghasil imbal hasil seperti obligasi menjadi lebih menarik, yang berdampak negatif pada daya tarik emas.

Eskalasi di Iran telah memperkuat dolar AS hampir dua persen sejak konflik dimulai, menambah tekanan pada harga emas. Emas menjadi lebih mahal bagi investor global ketika dolar menguat, mengurangi daya tariknya dibandingkan dengan aset lainnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Ade Hapsari Lestarini)