Serangan ke kilang minyak Iran yang dilakukan Israel. Foto: The New York Times
Setidaknya 636 Warga Iran Tewas di Teheran Sejak Dimulainya Serangan AS-Israel.
Fajar Nugraha • 24 March 2026 11:10
Teheran: Jumlah korban tewas di ibu kota Iran sejak dimulainya perang Amerika Serikat-Israel telah mencapai 636 orang.
Menurut Kepala Layanan Darurat Teheran, Mohammad Esmail Tavakkoli sebanyak 6.846 orang lainnya terluka. Menambahkan bahwa 430 lokasi di kota itu telah menjadi sasaran.
Permusuhan di kawasan itu telah meningkat sejak serangan AS dan Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari.
Iran telah membalas dengan serangan drone dan rudal berulang kali yang menargetkan Israel dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.
Klaim negosiasi
Iran menolak klaim Presiden Donald Trump, menegaskan tidak ada pembicaraan yang diadakan dengan Amerika Serikat (AS) di tengah perang yang sedang berlangsung.Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menolak klaim Presiden AS Donald Trump tentang pembicaraan dengan Iran. Baghaei mengatakan, Teheran tidak melakukan negosiasi dengan Washington selama 24 hari terakhir perang AS-Israel yang tidak beralasan melawan Republik Islam.
“Posisi Republik Islam Iran mengenai Selat Hormuz dan syarat untuk mengakhiri perang yang dipaksakan tidak berubah,” kata Esmaeil Baghaei.
Trump sebelumnya menetapkan batas waktu 48 jam bagi Iran untuk membuka Selat Hormuz yang strategis atau menghadapi serangan AS terhadap pembangkit listrik Iran.
Namun, Presiden AS mundur pada hari Senin, mengatakan dia telah memerintahkan Pentagon untuk menangguhkan semua rencana serangan, dan mengklaim bahwa pembicaraan sedang berlangsung dengan Iran.
Sebagai tanggapan atas ancaman Trump, Iran berjanji untuk menargetkan infrastruktur energi rezim Israel dan negara regional mana pun yang mungkin menjadi sumber aksi militer anti-Iran.