BPBD Kalbar Sebut Keparahan Karhutla Terlihat dari Dampak Kabut Asap

Koordinator Harian Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat, Daniel. (Metrotvnews.com/ Muhamad Marup)

BPBD Kalbar Sebut Keparahan Karhutla Terlihat dari Dampak Kabut Asap

Muhamad Marup • 8 September 2026 15:27

Pontianak: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun ini disebut sebagai salah satu yang terparah dari sisi dampak. Koordinator Harian Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat, Daniel, mengatakan indikator keparahan dilihat dari dampak asap yang ditimbulkan.

"Parameternya secara umum orang lihat asapnya. Asap ini masih pekat menyelemuti seluruh kota," ujar Daniel, kepada Metrotvnews.com, Selasa, 8 September 2026.

Secara luas, karhutla tahun ini lebih sedikit dari sebelumnya. Sejauh ini, lahan terdampak karhutla di Kalbar baru sekitar 38 ribu hektare, sangat sedikit jika dibanding tiga tahun sebelumnya yang mencapai 100 ribuan hektare.


"Kalau dari sisi luas, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, belum seberapa luasnya," jelasnya.

Daniel menekankan, kabut asap yang meliputi kota Pontianak bukan berarti ada lahan sekitar yang terbakar. Asap yang menyebar justru berasal dari wilayah-wilayah lain.


Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, Rabu, 2 September 2026. (ANTARA/Rendra Oxtora)


Ketebalan kabut di Kota Pontianak juga menjadi karakteristik karhutla di Kalbar. Menurutnya, kasus karhutla di Provinsi Kalbar didominasi kebakaran lahan gambut.

"Kota Pontianak secara administrasi itu kan tidak terbakar, tapi ada asap. Nah asap ini kan dibawa dari kabupaten lain yang terbakar dan asapnya terbawa oleh angin," ucapnya.

(Silvana Febiari)