Jubir KPK Budi Prasetyo/Metro TV/Candra
Aliran Uang Dugaan Korupsi Importasi Diselisik lewat Pegawai Bea Cukai
M Sholahadhin Azhar • 8 May 2026 14:29
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), memeriksa pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan berinisial CMT sebagai saksi, pada Kamis, 7 Mei 2026. Pemeriksaan, untuk mendalami aliran uang kasus dugaan korupsi di lingkungan Ditjen Bea Cukai pada sejumlah pegawai Bea Cukai.
“Saksi dimintai keterangan terkait dengan pengetahuannya soal dugaan penerimaan oleh para oknum di Ditjen Bea dan Cukai,” ujar juru bicara KPK Budi Prasetyo, dikutip dari Antara, Jumat, 8 Mei 2026.
Pada 4 Februari 2026, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan. Dalam operasi tersebut, salah satu pihak yang diamankan adalah Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Barat Rizal.
Sehari kemudian, KPK menetapkan enam dari 17 orang yang diamankan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait impor barang tiruan di lingkungan Bea Cukai.
Mereka adalah Rizal (RZL) selaku Direktur Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai periode 2024-Januari 2026, Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Sisprian Subiaksono (SIS), serta Kepala Seksi Intelijen Bea Cukai Orlando Hamonangan (ORL).
.jpeg)
Jubir KPK Budi Prasetyo/Metro TV/Candra
Selain itu, KPK menetapkan pemilik Blueray Cargo John Field (JF), Ketua Tim Dokumentasi Importasi Blueray Cargo Andri (AND), serta Manajer Operasional Blueray Cargo Dedy Kurniawan (DK) sebagai tersangka.
Pada 26 Februari 2026, KPK kembali menetapkan tersangka baru, yakni Kepala Seksi Intelijen Cukai Direktorat Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Budiman Bayu Prasojo (BBP).
Selanjutnya, pada 27 Februari 2026, KPK mengungkapkan tengah mendalami dugaan korupsi dalam pengurusan cukai, antara lain setelah penyitaan uang tunai Rp5,19 miliar dalam lima koper dari sebuah rumah di Ciputat, Tangerang Selatan, yang diduga terkait dengan perkara tersebut.