Suasana bakar batu usai Panen Raya dan Penggilingan Padi Beras Kobakma di Kampung Kobakma I, Distrik Kobakma, Kabupaten Mamberamo Tengah, Papua Pegunungan, Sabtu, 19 September 2026. Dokumentasi/ istimewa.
Tradisi Bakar Batu dan Panen Raya Eratkan Kebersamaan Warga Kobakma
Deny Irwanto • 21 September 2026 19:01
Papua Pegunungan: Suasana kebersamaan terasa dalam Panen Raya dan Penggilingan Padi Beras Kobakma di Kampung Kobakma I, Distrik Kobakma, Kabupaten Mamberamo Tengah, Papua Pegunungan, Sabtu, 19 September 2026. Tradisi bakar batu turut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang mempertemukan tokoh adat, pemuda, kepala kampung, dan masyarakat setempat.
Sekitar 200 orang mengikuti kegiatan yang mengusung tema 'Dari Bulir Padi yang Menguning dan Tumbuh Subur, Tumbuh Pula Ikatan Persaudaraan'. Selain menjadi bagian dari syukuran panen, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul dan mempererat hubungan sosial.
Kepala Kampung sekaligus Kepala Suku Kobakma I, Leo Endambia, mengajak masyarakat Mamberamo Tengah menjaga persaudaraan, kedamaian, keamanan, dan kerukunan.
"Melalui kegiatan syukuran hari ini, kita jadikan kegiatan ini sebagai acara berkumpul bersama, jaga persaudaraan dan hidup rukun," kata Leo Endambia dalam sambutannya baru baru ini dikutip, Senin, 21 September 2026.
Tradisi tersebut berlangsung bersama rangkaian kegiatan panen raya dan penggilingan padi. Para tokoh adat, pemuda, kepala kampung, serta masyarakat berkumpul dalam satu kegiatan yang menggabungkan unsur budaya dan kehidupan pertanian masyarakat Kobakma.
.jpeg)
Suasana bakar batu usai Panen Raya dan Penggilingan Padi Beras Kobakma di Kampung Kobakma I, Distrik Kobakma, Kabupaten Mamberamo Tengah, Papua Pegunungan, Sabtu, 19 September 2026. Dokumentasi/ istimewa.
Sekitar pukul 16.15 WIT, Leo Endambia menyampaikan sambutan kepada masyarakat yang hadir. Ia juga mengajak warga menyelesaikan persoalan melalui dialog dan pendekatan kekeluargaan serta menghindari tindakan kekerasan.
Menurut Leo, suasana yang aman dibutuhkan agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari, anak-anak dapat bersekolah, dan pembangunan di daerah dapat berjalan. Pesan tersebut disampaikan dalam rangkaian kegiatan yang juga menjadi ruang pertemuan masyarakat dan para tokoh adat.
Setelah sambutan, para kepala suku, pemuda, dan masyarakat melanjutkan kegiatan dengan makan bersama sekitar pukul 16.20 WIT. Suasana kekeluargaan terlihat dalam momentum tersebut hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 17.30 WIT.
Bakar Batu dan Kehidupan Pertanian
Tradisi bakar batu dalam kegiatan Panen Raya Beras Kobakma tidak hanya menjadi bagian dari syukuran. Tradisi tersebut juga menjadi ruang pertemuan masyarakat untuk memperkuat komunikasi sosial dan menjaga hubungan antarwarga.
Kegiatan panen dan penggilingan padi juga menjadi bagian dari perhatian terhadap pengembangan pertanian di Mamberamo Tengah. Dukungan terhadap sektor pertanian diharapkan dapat membuka ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi daerah dan meningkatkan kemandirian.
Menjelang Hari Tani Nasional pada 24 September 2026, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk kembali melihat peran sektor pertanian dalam kehidupan masyarakat. Panen raya juga memperlihatkan bagaimana hasil pertanian dapat menjadi bagian dari ruang kebersamaan masyarakat setempat.
Para tokoh masyarakat dan kepala suku yang hadir turut menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjaga suasana aman dan kondusif. Generasi muda juga diajak mempertahankan hubungan antarwarga serta menghindari tindakan yang dapat mengganggu kehidupan sosial dan pembangunan daerah.
Rangkaian Panen Raya dan tradisi bakar batu kemudian ditutup dengan semangat kebersamaan. Dari kegiatan tersebut, pesan mengenai persaudaraan, kedamaian, dan pengembangan potensi pertanian menjadi bagian yang mengiringi masyarakat Kobakma dalam menjalani kehidupan bersama.