Foto: Istimewa
ISKI Dorong Peran Ilmu Komunikasi untuk Kedaulatan Informasi dan Perdamaian
Riza Aslam Khaeron • 12 March 2026 18:36
Jakarta: Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) menyoroti pentingnya peran ilmu komunikasi dalam menjaga kualitas ruang informasi nasional sekaligus mendorong kontribusi Indonesia terhadap perdamaian global.
Gagasan tersebut diangkat melalui tema “Communication for National Sovereignty and Global Peace” dalam pelantikan pengurus ISKI periode 2024–2030 di Kampus LSPR, Jakarta, melalui siaran pers, Kamis, 12 Maret 2026.
Tema tersebut menekankan dua dimensi penting komunikasi pada era digital, yakni memperkuat kedaulatan bangsa melalui pengelolaan informasi yang sehat serta membangun dialog lintas budaya yang dapat berkontribusi pada terciptanya perdamaian global.
Ruang Komunikasi Publik Indonesia yang Sangat Besar
Ketua Umum ISKI Profesor Atwar Bajari mengatakan dinamika komunikasi publik saat ini berkembang sangat cepat seiring dengan meningkatnya penggunaan teknologi digital di masyarakat.Menurutnya, Indonesia memiliki salah satu ruang komunikasi publik terbesar di dunia. Saat ini terdapat lebih dari 220 juta pengguna internet dan sekitar 160 juta pengguna media sosial aktif, sementara lebih dari seribu perusahaan media beroperasi dalam ekosistem industri media nasional.
“Angka-angka ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki salah satu ruang komunikasi publik terbesar di dunia,” ujar Atwar yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Guru Besar Universitas Padjadjaran Bandung.
Namun, besarnya ruang komunikasi tersebut juga menghadirkan berbagai tantangan. Atwar menilai kebisingan narasi, polarisasi opini, serta maraknya disinformasi dapat berdampak pada menurunnya kualitas komunikasi publik.
"Di tengah dinamika tersebut, kontribusi akademisi komunikasi Indonesia dalam percakapan akademik global masih relatif terbatas. Dalam berbagai pemeringkatan bidang communication and media studies, hanya sedikit perguruan tinggi Indonesia yang masuk dalam daftar global. Padahal negara seperti Singapura dan Malaysia dengan jumlah perguruan tinggi yang jauh lebih sedikit justru mampu tampil menonjol dalam pemeringkatan global,” ujarnya.
Atwar menambahkan bahwa jumlah program studi komunikasi di Indonesia yang mencapai sekitar 650 sebenarnya merupakan potensi besar yang belum sepenuhnya menjadi kekuatan akademik strategis.
"Karena itu, ISKI berkomitmen untuk mendorong penguatan kapasitas akademik komunikasi di Indonesia sekaligus memperkuat relevansi ilmu komunikasi dalam menghadapi perkembangan teknologi dan dinamika sosial global," katanya.
Peran Komunikasi dalam Membangun Kepercayaan Publik
Sementara itu, Direktur Informasi Publik pada Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Nursodik Gunarjo, menilai komunitas akademik komunikasi memiliki peran penting dalam era transformasi digital.Menurutnya, komunikasi saat ini tidak lagi sekadar proses penyampaian pesan, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kepercayaan publik.
“Komunikasi tidak lagi sekadar proses penyampaian pesan. Komunikasi kini menjadi ruang untuk membangun kepercayaan publik sekaligus fondasi bagi kualitas demokrasi dan kohesi sosial,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kepengurusan ISKI ke depan memiliki tanggung jawab intelektual untuk terus mengembangkan ilmu komunikasi agar tetap relevan dengan perubahan masyarakat dan kemajuan teknologi.
Karena itu, pemerintah berharap ISKI dapat menjadi ruang kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan pemerintah dalam memperkuat ekosistem komunikasi yang sehat di Indonesia.
| Baca Juga: Pemkot Jakbar Perkuat Keterbukaan Informasi Publik |
Agenda Strategis ISKI Periode 2024–2030
Wakil Ketua Departemen Hubungan Media ISKI periode 2026–2030 Ken Norton Hutasoit mengatakan kepengurusan ISKI di bawah kepemimpinan Ketua Umum Atwar Bajari dan Sekretaris Jenderal Ilham Gemiharto akan memberi perhatian pada penguatan komunikasi publik yang disertai pembangunan narasi kebangsaan yang konstruktif.“ISKI mendorong hadirnya narasi negara yang berdampak bagi harmoni sosial, sehingga komunikasi publik dapat menjadi instrumen penting dalam membangun kedamaian dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, upaya tersebut tidak hanya diwujudkan melalui wacana akademik, tetapi juga melalui berbagai agenda kerja yang diarahkan untuk memperkuat riset, kolaborasi, serta kontribusi ilmu komunikasi Indonesia di tingkat nasional maupun global.
Sebagai bagian dari agenda tersebut, ISKI menetapkan 10 program strategis untuk periode 2024–2030, yaitu:
- Penguatan riset komunikasi nasional.
- Peningkatan kualitas publikasi ilmiah internasional di bidang communication and media studies.
- Penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi komunikasi dan industri media serta industri kreatif.
- Program literasi komunikasi publik nasional untuk menciptakan ruang komunikasi yang sehat dan kritis.
- Pengembangan kajian komunikasi terkait kecerdasan buatan (AI), data, dan transformasi digital.
- Penguatan diplomasi komunikasi Indonesia dalam forum akademik global.
- Pengembangan jaringan riset komunikasi di kawasan Asia dan Global South.
- Program peningkatan kapasitas dosen dan peneliti komunikasi.
- Penguatan solidaritas komunitas akademisi, peneliti, dan praktisi komunikasi nasional.
- Menjadikan ISKI sebagai rumah intelektual bagi komunitas komunikasi Indonesia.