Detik-detik Pecahnya Konflik Perbatasan Thailand-Kamboja

Pesawat F-16 Thailand. (Dok. Kementerian Pertahanan Australia)

Detik-detik Pecahnya Konflik Perbatasan Thailand-Kamboja

Riza Aslam Khaeron • 9 December 2025 14:38

Jakarta: Konflik perbatasan antara Kamboja dan Thailand kembali pecah pada 8 Desember 2025, setelah sebelumnya terjadi bentrokan pada bulan Juli.

Ketegangan sempat mereda setelah adanya mediasi oleh Malaysia dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang menghasilkan penandatanganan Kesepakatan Damai pada bulan Oktober oleh kedua negara.

Namun, pada November, Thailand menunda implementasi kesepakatan tersebut setelah sejumlah tentaranya terluka akibat ranjau darat yang dituding berasal dari pihak Kamboja.

Situasi terus memanas hingga akhirnya Thailand melancarkan serangan udara menggunakan jet tempur F-16 ke sejumlah target di wilayah Kamboja.

Kedua belah pihak saling menuduh sebagai pihak yang bertanggung jawab atas runtuhnya gencatan senjata. Siapa yang memulai, masih menjadi perdebatan. Berikut kronologi pecahnya konflik tersebut, jam demi jam.
 

Pembahasan kronologi

Ketegangan terbaru di perbatasan KambojaThailand pada 7–8 Desember 2025 ditandai oleh saling klaim mengenai siapa yang lebih dulu memicu baku tembak. Pasukan Nasional Thailand menyebut eskalasi yang dimulai dari pergerakan pasukan dan sistem roket di sisi Kamboja sejak malam 7 Desember.

Sebaliknya, Kementerian Pertahanan Nasional Kamboja menyatakan bahwa militer Thailand sudah memulai serangan sejak sore 7 Desember, dan eskalasi berlanjut secara intensif keesokan paginya.
 

7 Desember 2025

  • Pukul 14.15
    Versi Kamboja: Militer Thailand disebut menyerang pasukan Kamboja pada pukul 14.15 waktu setempat. Klaim ini dipandang Kamboja sebagai awal dari seluruh eskalasi berikutnya.

  • Pukul 22.00
    Versi Thailand: Royal Thai Army menyebut pasukan Kamboja menembaki posisi Thailand di Chong Khana dan Chong Rayi. Mereka juga mendeteksi pergerakan tank dan evakuasi warga sipil Kamboja.

  • Pukul 23.00
    Versi Thailand: Kamboja disebut menaikkan status kesiapan tempur dan memperkuat posisinya di sepanjang perbatasan.
     

8 Desember 2025 (dini hari–pagi)

  • Pukul 04.00
    Versi Kamboja: Dua kendaraan berat militer Thailand disebut mengangkut pasukan dari Phnom Roeng ke arah An Ses.

  • Pukul 05.04
    Versi Kamboja: Tembakan senjata ringan diarahkan dari arah pasar An Ses ke posisi Kamboja. Serangan juga diklaim terjadi di Tamone Thom, Preah Vihear, Ta Krabey, dan Khna.

  • Pukul 05.19–05.25
    Versi Kamboja: Serangan dilanjutkan dengan tembakan senjata ringan dan senapan mesin dari posisi Thailand.

  • Pukul 06.13–06.22
    Versi Kamboja: Meriam MT-60 dan mortir disebut ditembakkan ke garis pertahanan Kamboja di An Ses.

  • Pukul 06.51–07.40
    Versi Kamboja: Tank Thailand disebut menyerang area Tamone, sementara tembakan artileri diarahkan ke sejumlah lokasi termasuk situs-situs kuil.

  • Pukul 08.10–08.14
    Versi Kamboja: Thailand dituding menggunakan gas beracun di Phnom Khmoch dan sekitar kuil Preah Vihear.

  • Pukul 08.30
    Versi Thailand: Pasukan Kamboja diklaim menembakkan roket BM-21 ke area permukiman sipil Thailand di Ban Sai Tho 10, Distrik Ban Kruat, Provinsi Buri Ram.

  • Pukul 08.41
    Versi Kamboja: Penembakan berat disebut terjadi di area Domnak Sdech, dan pesawat Thailand terlihat terbang di sepanjang perbatasan.

  • Pukul 09.05
    Versi Kamboja: Thailand melakukan serangan udara menggunakan jet tempur F-16 terhadap pasukan Kamboja di Komune Sra’Aem, Distrik Choam Ksan.

  • Pukul 09.30–10.00
    Versi Kamboja: Serangan intensif dilaporkan berlanjut di Khna Temple dan O’ Samach, termasuk penggunaan senjata berat dan tank.

  • Hingga pukul 11.00
    Versi Kamboja: Serangan Thailand diklaim masih berlangsung dan menyasar target militer serta lokasi sipil.
     

8 Desember 2025 (siang)

  • Pukul 13.36
    Versi Kamboja: Thailand dituduh memperluas serangan ke wilayah Banteay Meanchey dan menembaki warga sipil di Prey Chan dan Chok Chey (O’ Bei Chon, O’ Chrov) secara membabi buta menggunakan senjata ringan dan berat.

 
Baca Juga:
Terduga Pabrik Drone, Thailand Targetkan Kompleks Kasino di Kamboja

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)