Kerusakan akibat serangan AS dan Israel di Iran. (Anadolu Agency)
Serangan AS-Israel Tewaskan 278 Siswa dan 67 Guru di Iran Sejak Awal Perang
Dimas Chairullah • 14 April 2026 15:30
Jakarta: Kementerian Pendidikan Iran mencatat sebanyak 278 siswa sekolah dasar dan menengah serta 67 guru tewas akibat serangan Amerika Serikat dan Israel dalam periode 28 Februari hingga 8 April 2026.
Selain itu, 196 siswa dan 26 tenaga pendidik lainnya dilaporkan mengalami luka-luka di periode yang sama.
Juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, menyatakan bahwa infrastruktur pendidikan mengalami kerusakan signifikan akibat serangan tersebut.
“Sebanyak 942 sekolah mengalami kerusakan, dengan 18 di antaranya hancur total,” ujarnya, dikutip dari Yeni Safak, Selasa, 14 April 2026.
Selain sektor pendidikan, kerusakan juga meluas ke fasilitas sipil. Pemerintah Iran melaporkan lebih dari 125.000 fasilitas terdampak, termasuk sekitar 100.000 rumah, 20.500 properti komersial, serta ratusan pusat layanan kesehatan.
Secara keseluruhan, konflik yang berlangsung sejak akhir Februari tersebut dilaporkan telah menewaskan lebih dari 3.300 orang dan menyebabkan ratusan ribu warga mengungsi.
Serangan ini terjadi sebelum diberlakukannya gencatan senjata sementara selama dua pekan yang dimediasi Pakistan dengan dukungan sejumlah negara, termasuk Turki, Tiongkok, Arab Saudi, dan Mesir.
Namun, upaya diplomasi lanjutan belum membuahkan hasil. Perundingan antara AS dan Iran di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan setelah berlangsung selama 21 jam.
Kegagalan tersebut turut memperburuk situasi keamanan, terutama di kawasan maritim. Amerika Serikat memberlakukan pembatasan terhadap pelabuhan Iran, sementara Teheran merespons dengan memperketat jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Perkembangan ini menambah kekhawatiran terhadap dampak konflik yang semakin meluas, baik dari sisi kemanusiaan maupun stabilitas kawasan.
Baca juga: Dua Kapal Perusak AS Nyaris Hancur saat Coba Lintasi Selat Hormuz