Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. (Anadolu Agency)
Zelensky Sebut Rusia Siap Mobilisasi 300 Ribu Pasukan Baru untuk Perang Ukraina
Willy Haryono • 24 August 2026 14:10
Kyiv: Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperingatkan Rusia kemungkinan memobilisasi sedikitnya 300 ribu tentara tambahan setelah pemilu parlemen yang dijadwalkan berlangsung bulan depan.
Dalam pernyataan yang dirilis pada Minggu, 23 Agustus 2026, Zelensky mengatakan mobilisasi tersebut berpotensi dilakukan untuk melanjutkan upaya Rusia merebut seluruh wilayah Donetsk di Ukraina timur.
"Kami yakin setelah pemilu, mereka akan melakukan mobilisasi. Kami percaya ini tidak akan terjadi di kota-kota besar," kata Zelensky, dikutip dari CNN.
Zelensky memperkirakan Presiden Rusia Vladimir Putin akan mengerahkan sekitar 300 ribu personel tambahan, bergantung pada perkembangan situasi di medan perang.
Menurutnya, Putin telah memerintahkan para jenderal Rusia untuk menyelesaikan pendudukan wilayah Donetsk hingga akhir tahun. Namun, Zelensky menilai Rusia tidak akan mampu menguasai seluruh wilayah tersebut.
Ukraina saat ini masih menguasai sekitar 20 persen wilayah Donetsk, termasuk sejumlah kota strategis seperti Sloviansk dan Kramatorsk.
Rusia Berpotensi Buka Front Baru
Zelensky juga memperingatkan kemungkinan Rusia membuka front baru di wilayah Kharkiv dan Sumy di Ukraina utara. Ia mengatakan Ukraina telah mendeteksi keberadaan peralatan militer Rusia di sepanjang perbatasan.Menurut Zelensky, Rusia telah kehilangan sekitar 267 ribu personel sejak awal tahun, termasuk sekitar 155 ribu yang tewas. Klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Di tengah kemungkinan mobilisasi baru Rusia, Ukraina juga menghadapi persoalan keterbatasan sistem pertahanan udara.
Zelensky mengatakan jumlah rudal pencegat untuk sistem pertahanan udara Patriot yang diterima Ukraina turun dari sekitar 675 unit pada 2023 menjadi diperkirakan 264 unit tahun ini.
Menurutnya, tambahan pasokan rudal Patriot dari Amerika Serikat (AS) dapat membantu Ukraina menghadapi peningkatan serangan rudal balistik Rusia. Zelensky juga mengklaim Rusia mampu memproduksi sekitar 1.300 rudal balistik setiap tahun.
Sebagai respons, Ukraina semakin mengandalkan drone jarak jauh dan rudal jelajah buatan dalam negeri untuk menyerang sejumlah sasaran di wilayah Rusia.
Di tengah meningkatnya kekhawatiran mengenai eskalasi perang, Zelensky mengatakan peluang untuk mengakhiri konflik masih terbuka hingga musim panas tahun depan.
Ia mengatakan utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner masih berupaya menemukan format kesepakatan yang dapat diterima Rusia tanpa mengharuskan Ukraina menyerahkan Donbas atau menerima ketentuan lain yang dianggap tidak dapat diterima oleh Kyiv.
Baca juga: Zelensky Tolak Pemilu di Tengah Perang, Sebut Bisa Memecah Ukraina