Israel Klaim Tewaskan Mohammed Odeh, Kepala Militer Hamas yang Baru

Mohammed Odeh. (Quds News Network)

Israel Klaim Tewaskan Mohammed Odeh, Kepala Militer Hamas yang Baru

Riza Aslam Khaeron • 27 May 2026 14:57

Tel Aviv: Israel mengklaim telah menewaskan kepala militer baru Hamas, Mohammed Odeh, dalam sebuah serangan udara di Jalur Gaza pada Selasa, 26 Mei 2026 malam. Kematian Odeh ini terjadi hanya 11 hari setelah pendahulunya, Izz al-Din al-Haddad, tewas dalam serangan serupa.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengonfirmasi kematian Odeh pada hari Rabu.

"Komandan keempat sayap militer organisasi teror Hamas di Gaza dilenyapkan kemarin dan dikirim untuk bertemu dengan rekannya di dasar neraka," tulis Katz dalam unggahan di media sosial X, sembari memuji Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan Shin Bet atas "eksekusi cemerlang" mereka.

"Kami berjanji untuk melenyapkan setiap orang yang memimpin pembantaian 7 Oktober, dan itulah yang akan kami lakukan," tulis Katz. "Mereka semua ditandai untuk mati, di mana pun."

Badan pertahanan sipil Gaza melaporkan sedikitnya tiga orang tewas dan 20 lainnya terluka akibat serangan di kawasan Rimal, bagian barat Kota Gaza.


Serangan udara Israel di Gaza, 26 Mei 2026. (X/@mohammedhaniya)
 

Tewas dengan Keluarga

Belum ada pernyataan dari Hamas ketika berita ini disusun, namun media di Gaza yang berafiliasi dengan Hamas, Quds News Network mengabarkan pada Rabu pagi bahwa Odeh tewas bersama istri dan putra-putranya.

Pernyataan bersama sebelumnya dari Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Katz menyebutkan bahwa Odeh merupakan kepala intelijen Hamas saat serangan 7 Oktober 2023 berlangsung. Baru pekan lalu, ia ditunjuk untuk menggantikan Izz al-Din al-Haddad memimpin sayap militer kelompok tersebut di Jalur Gaza.

"Odeh bertanggung jawab atas pembunuhan, penculikan, dan cedera terhadap banyak warga sipil Israel dan tentara IDF," kata pernyataan Netanyahu dan Katz.
 
Baca Juga:
Profil Mohammed Odeh, Pemimpin Hamas di Gaza yang Baru Pengganti Haddad

IDF dan Shin Bet turut mengonfirmasi kematian Odeh pada Rabu pagi. Mereka menyatakan bahwa beberapa bangunan di Kota Gaza yang diklaim dijadikan Odeh sebagai tempat persembunyian berhasil ditargetkan setelah pelacakan intelijen selama berbulan-bulan terhadap pergerakan sang komandan beserta ajudannya.

Sebuah apartemen terdekat milik anggota Hamas lain yang terlibat dalam serangan 7 Oktober juga ikut dihantam serangan.

Pihak IDF menyatakan bahwa Odeh memainkan peran sentral dalam merencanakan serta mengoordinasikan serangan 7 Oktober, dan kemudian mengarahkan operasi militer serta taktik intelijen terhadap pasukan Israel sepanjang perang berlangsung.

Badan keamanan Israel menggambarkan Odeh sebagai salah satu komandan militer senior Hamas tersisa yang terlibat dalam mengatur peristiwa 7 Oktober, dan menyebut kematiannya sebagai "pukulan signifikan" bagi upaya pemulihan kekuatan kelompok tersebut.

Menurut laporan media Arab Saudi, A-Sharq Al-Awsat, Odeh dikenal dekat dengan al-Haddad dan bekerja sama dengannya untuk "memperbaharui struktur organisasi" Hamas pasca-tewasnya para mantan pemimpin seperti Muhammad Deif dan Muhammad Sinwar dalam perang ini.

Odeh, yang diperkirakan berusia akhir 40-an hingga awal 50-an, tumbuh besar di Gaza dan dilaporkan telah aktif di dalam Hamas sepanjang hidupnya. Israel sebelumnya telah beberapa kali menargetkan Odeh, termasuk serangan udara ke rumah ayahnya di Gaza pada 2025 yang menewaskan putra sulungnya, Amr.

(Willy Haryono)