Profil Mohammed Odeh, Pemimpin Hamas di Gaza yang Baru Pengganti Haddad

Satu-satunya foto Mohammed Odeh yang tersedia kepada publik setelah dibagikan oleh IDF. (Istimewa)

Profil Mohammed Odeh, Pemimpin Hamas di Gaza yang Baru Pengganti Haddad

Riza Aslam Khaeron • 19 May 2026 20:24

Jakarta: Menyusul tewasnya Komandan Brigade al-Qassam sekaligus pemimpin de facto Hamas di Gaza, Izz al-Din al-Haddad, dalam serangan udara Israel pada Jumat, 15 Mei 2026, media asal Arab Saudi Asharq Al-Awsat melaporkan bahwa kelompok tersebut telah menunjuk pejabat senior Mohammed Odeh sebagai penggantinya.
 
Penunjukan Odeh sebenarnya sudah diprediksi sebelumnya. Media Israel kerap melabeli Odeh sebagai salah satu dari sedikit pejabat militer dewan inti Hamas dari serangan 7 Oktober 2023 yang masih bertahan hidup sejak perang Gaza pecah hampir tiga tahun yang lalu.

Meskipun begitu, informasi mengenai tokoh ini masih sangat minim. Berikut adalah profil Mohammed Odeh berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun.
 

Profil Mohammed Odeh


Kepala Hamas Gaza, Izz al-Din Haddad, yang saat itu menjabat sebagai komandan Brigade Kota Gaza Hamas, terlihat dalam sebuah video yang dirilis oleh sayap militer Hamas pada Mei 2022. (Dok. Hamas)

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, informasi mengenai latar belakang Odeh cukup terbatas, termasuk detail mengenai tahun kelahirannya. Sumber dari Al-Awsat memperkirakan pria ini berusia antara akhir empat puluhan hingga awal lima puluhan.

Afiliasi Odeh dengan Hamas dilaporkan telah dimulai sejak usia muda, diawali saat Intifada Palestina pertama meletus pada tahun 1987. Ia juga sempat berpartisipasi dalam aktivitas aparat keamanan "al-Majd", sebuah unit yang didirikan oleh mendiang pemimpin Hamas Yahya Sinwar (yang tewas pada akhir tahun 2024) untuk memburu para agen dan mata-mata yang bekerja sama dengan Israel.

Ia juga kerap dilaporkan sebagai salah satu orang pertama yang bertugas di "Brigade Qassam" selama Intifada Kedua yang meletus pada akhir tahun 2000. Odeh sendiri merupakan penduduk asli daerah Al-Khulafa Al-Rashidin di kamp pengungsi Jabalia, Jalur Gaza utara, wilayah yang kerap dianggap sebagai benteng pertahanan utama gerakan Hamas.

Meskipun karier militer Odeh berfokus pada bidang keamanan dan intelijen, ia juga menunjukkan kemajuan pesat dalam komando lapangan. Ia pernah menjabat sebagai komandan batalion di tengah kamp Jabalia selama beberapa tahun, bekerja di departemen manufaktur militer untuk periode waktu tertentu, sebelum akhirnya dipromosikan menjadi komandan Brigade Utara selama periode 2017 hingga 2019.

Selama menjabat sebagai komandan Brigade Utara tersebut, Odeh kerap bekerja sama dengan Mohammed Sinwar, komandan lapangan Brigade Qassam yang mengelola seluruh tugas militer dan strategis brigade tersebut.
 
Baca Juga:
Profil Izz al-Din al-Haddad, Pemimpin Hamas yang Diklaim Tewas oleh Israel
 

Peran Sentral di Bidang Intelijen

Odeh dikenal luas sebagai kepala intelijen jangka panjang di tubuh Brigade Qassam. Sumber internal Hamas mengungkapkan kepada Al-Awsat bahwa Odeh memainkan peran krusial dalam mengembangkan "cabang intelijen", yang kini bertransformasi menjadi salah satu unit paling vital di dalam Brigade Izz ad-Din al-Qassam.

Salat satu prestasinya yang dilaporkan adalah keberhasilan membongkar jaringan mata-mata Israel di Gaza pada November 2018. Peristiwa tersebut kemudian digambarkan oleh pihak Hamas sebagai sebuah "harta karun intelijen".

Ketika perang Gaza bergejolak, Odeh merupakan rekan dekat dari Izz al-Din al-Haddad dan terus menjalin komunikasi intensif dengannya. Keduanya bahu-membahu menyusun rencana untuk merestrukturisasi komando militer pasca-pembunuhan Mohammed Deif dan Mohammed Sinwar pada Mei 2025.

Odeh dilaporkan sebenarnya sempat ditawari untuk memimpin Brigade Qassam setelah kematian Mohammed Sinwar, namun ia menolak tawaran tersebut dan memilih untuk menyerahkan tanggung jawab kepemimpinan kepada Haddad.

Ia akhirnya dilaporkan mengambil alih posisi sebagai kepala operasi dan produksi senjata kelompok tersebut pasca-pembunuhan Raed Saad pada Desember 2025, hingga akhirnya kini resmi ditunjuk sebagai pemimpin utama Hamas di Gaza.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)