Trump Tegaskan Angkatan Laut AS Siap Lindungi Kapal-Kapal di Selat Hormuz

Presiden AS Donald Trump. (Anadolu Agency)

Trump Tegaskan Angkatan Laut AS Siap Lindungi Kapal-Kapal di Selat Hormuz

Muhammad Reyhansyah • 4 March 2026 12:02

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan Angkatan Laut AS akan melindungi kapal-kapal di Selat Hormuz “jika diperlukan” guna mengatasi krisis pasokan energi yang dipicu perang AS-Israel melawan Iran.

Sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia melewati Selat Hormuz, jalur perairan sempit di antara Iran dan Uni Emirat Arab. Namun, lalu lintas kapal hampir sepenuhnya terhenti setelah Iran mengancam akan “membakar” kapal-kapal yang melintas.

Trump juga mengatakan pemerintah AS akan menyediakan asuransi risiko “dengan harga yang sangat wajar” bagi seluruh perusahaan pelayaran di kawasan tersebut untuk memastikan “arus bebas energi ke seluruh dunia."

Dilansir dari BBC, Rabu, 4 Maret 2026, pengumuman itu disampaikan Trump melalui media sosial saat harga minyak dan gas global terus melonjak, memicu kekhawatiran dampaknya terhadap harga energi rumah tangga.

Seorang pejabat Iran pada Senin mengancam akan “membakar” kapal yang mencoba melintasi Selat Hormuz, dan militer Iran dilaporkan telah melepaskan tembakan ke beberapa kapal di kawasan itu.

Sejumlah perusahaan asuransi kemudian menaikkan premi polis untuk kapal yang beroperasi di wilayah tersebut. Data dari Lloyd's List Intelligence menunjukkan sekitar 200 kapal tanker minyak mentah dan produk energi kini tertahan di Teluk.

Pada Selasa, Trump mengatakan telah memerintahkan United States International Development Finance Corporation (DFC) untuk menyediakan asuransi risiko politik dan jaminan bagi seluruh perdagangan maritim, khususnya sektor energi, yang melintasi Teluk.

Ia juga berjanji akan memberikan pengawalan militer “jika diperlukan... sesegera mungkin."

Harga minyak sempat turun setelah pengumuman tersebut, yang disampaikan menjelang pertemuan Trump dengan Menteri Energi Chris Wright dan Menteri Keuangan Scott Bessent untuk membahas langkah-langkah mengatasi persoalan energi.

Keraguan atas Efektivitas Jaminan AS

Meski demikian, sejumlah pakar menilai jaminan tersebut belum tentu cukup meredakan kekhawatiran perusahaan pelayaran.

Richard Meade, pemimpin redaksi jurnal pelayaran Lloyd’s List, mengatakan masih belum jelas apakah Trump dapat benar-benar mengatasi kekhawatiran keselamatan yang menjadi pemicu gangguan pasokan.

Ia menyoroti bahwa serangan kelompok Houthi terhadap kapal-kapal di Laut Merah dalam beberapa tahun terakhir membuat banyak perusahaan pelayaran menghindari jalur tersebut dan memilih rute lebih panjang serta mahal, meski ada intervensi militer AS.

“Tidak pernah benar-benar ada titik di mana asuransi saja cukup untuk membuat kapal kembali melintasi Selat Hormuz,” ujarnya. 

Ia menambahkan, “Hanya karena ada pengawalan angkatan laut bukan berarti Anda sepenuhnya aman.”

Para analis memperingatkan gangguan berkepanjangan dapat mendorong harga minyak mentah menembus 100 dolar AS per barel, yang akan berdampak besar pada harga bahan bakar, bahkan di AS yang memiliki produksi domestik signifikan.

Berbicara kepada wartawan di Gedung Putih, Trump membela perang tersebut dengan mengatakan “sesuatu harus dilakukan” terhadap rezim Iran.

Ia mengakui harga minyak mungkin akan tinggi “untuk sementara waktu”, namun menepis dampak jangka panjang.

“Begitu ini berakhir, harga-harga itu akan turun, saya yakin bahkan lebih rendah dari sebelumnya,” katanya.

Baca juga:  Biaya Logistik Global Makin Mahal Gegara Konflik di Selat Hormuz

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)