Para pengungsi di Gampong Meunasah Raya, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. (Metro TV/Rudi Hermawan)
Tak Hanya Rumah, Petani di Pidie Jaya Juga Kehilangan Sawah
1 January 2026 07:51
Pidie Jaya: Ratusan warga Gampong Meunasah Raya, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh hidup dalam ketidakpastian pasca-bencana banjir. Sawah yang menjadi sumber utama penghidupan mereka tertimbun lumpur tebal, sehingga para petani kehilangan mata pencaharian.
"Akibat banjir ini dampaknya bukan terhadap rumah kami saja yang rusak, tapi mata pencaharian kami juga tidak ada lagi," kata salah satu pengungsi, Lia Novianda, Kamis, 1 Januari 2025.
Lia mengungkapkan mayoritas warga di wilayah tersebut menggantungkan hidup sebagai petani. Namun, banjir bandang membuat lahan pertanian yang selama ini diandalkan tidak bisa lagi diolah.
"Ibu-ibu dan bapak-bapak di sini pekerjaan sehari-hari petani. Sawahnya sudah tertimbun lumpur dan kami tidak ada mata pencaharian lagi," ujarnya.
Hingga kini, warga belum dapat kembali beraktivitas di sawah karena kondisi lahan yang belum pulih. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, para pengungsi masih bergantung pada bantuan.

Para pengungsi di Gampong Meunasah Raya, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. (Metro TV/Rudi Hermawan)
Selain lahan pertanian, rumah-rumah warga juga tertimbun material banjir hingga beberapa meter. Kondisi tersebut memaksa warga tinggal di tenda darurat dengan fasilitas terbatas.
Lia berharap pemerintah daerah dan pusat segera mengambil langkah konkret. Percepatan rehabilitasi lahan pertanian dinilai penting agar perekonomian masyarakat Gampong Menasah Raya bisa kembali berjalan.
"Kami mengharapkan bantuan pemerintah di pengungsian ini karena kami sudah tidak bisa bekerja lagi untuk saat ini," pungkasnya. (?Rudi Hermawan)