Duta Besar AS untuk Lebanon Michel Issa mengunjungi Lebanon selatan untuk pertama kalinya sejak perang 2006. (@usembassybeirut / x)
Pertama dalam 20 Tahun, Dubes AS Kunjungi Lebanon Selatan
Willy Haryono • 16 September 2026 08:43
Beirut: Duta Besar Amerika Serikat untuk Lebanon Michel Issa mengunjungi sejumlah wilayah di Lebanon selatan pada Selasa kemarin, yang merupakan kunjungan pertama utusan AS ke kawasan itu sejak perang Israel-Lebanon pada 2006, menurut kantor berita National News Agency (NNA).
Issa mengunjungi Zawtar al-Gharbiyeh dan sebuah jembatan sementara di Qa’qaiyat al-Jisr bersama delegasi dari Council for Development and Reconstruction Lebanon.
Di Zawtar al-Gharbiyeh, Issa meninjau Gereja Annunciation yang mengalami kerusakan akibat serangan Israel di sekitarnya.
Menurut laporan NNA, Rabu, 16 September 2026, Issa juga melihat wilayah Zawtar al-Sharqiyah dari gereja tersebut. Pasukan Israel masih ditempatkan di kawasan itu dan disebut melakukan pembongkaran sejumlah rumah.
Sebuah drone Israel dilaporkan terbang di atas gereja selama kunjungan berlangsung.
Issa kemudian bertemu dengan Wali Kota Zawtar al-Gharbiyeh Abed Ezzeddine. Dalam pertemuan tersebut, Ezzeddine mengatakan warga masih tidak dapat mencapai sejumlah kawasan yang berada dekat posisi pasukan Israel.
Ezzeddine juga mengatakan Issa menjanjikan dukungan untuk proses rekonstruksi, meski tidak disebutkan kapan dukungan tersebut akan direalisasikan.
Tinjau Jembatan Sementara
Setelah dari Zawtar al-Gharbiyeh, Issa meninjau sebuah jembatan sementara di Qa’qaiyat al-Jisr yang dibangun untuk menggantikan jembatan yang hancur akibat serangan Israel pada Maret lalu.Kementerian Pekerjaan Umum Lebanon membuka akses sementara tersebut pada Selasa di atas Sungai Litani. Pembukaan jalur itu memulihkan hubungan darat langsung antara Distrik Nabatieh dan Bint Jbeil, sembari menunggu pembangunan kembali jembatan permanen.
Lebanon telah menghadapi dua serangan besar sejak Oktober 2023 yang menyebabkan korban jiwa, kerusakan luas terhadap rumah dan infrastruktur, serta memperburuk kerugian ekonomi negara tersebut.
Pada 26 Juni, Lebanon dan Israel menandatangani kerangka kesepakatan yang disponsori AS di Washington. Kesepakatan tersebut mengatur penarikan pasukan Israel secara bertahap dari wilayah Lebanon serta pengerahan tentara Lebanon ke kawasan yang ditinggalkan pasukan Israel.
Namun, setelah kesepakatan tersebut ditandatangani, serangan Israel terhadap wilayah Lebanon selatan masih berlanjut. Israel juga masih mempertahankan keberadaan militernya di sejumlah wilayah di selatan Lebanon, termasuk kawasan yang telah diduduki selama beberapa dekade dan wilayah yang dikuasai dalam perang maupun operasi militer yang lebih baru.
Baca juga: Israel Ancam Bunuh Siapa pun yang Dekati Bukit Ali al-Taher di Lebanon