Israel Ancam Bunuh Siapa pun yang Dekati Bukit Ali al-Taher di Lebanon

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz. (Anadolu Agency)

Israel Ancam Bunuh Siapa pun yang Dekati Bukit Ali al-Taher di Lebanon

Willy Haryono • 14 September 2026 11:47

Tel Aviv: Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengancam akan “mengeliminasi” siapa pun yang berani mendekati Bukit Ali al-Taher di Lebanon Selatan.

Katz mengatakan militer Israel tengah mempersiapkan langkah untuk mengambil alih kawasan strategis tersebut.

“Kami tidak akan mengizinkan Hizbullah atau pihak mana pun kembali mendirikan kehadiran di sana,” kata Katz, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Senin, 14 September 2026.

Katz mengklaim pasukan Israel telah membunuh sejumlah anggota Hizbullah dan menghancurkan jaringan terowongan kelompok tersebut di kawasan Ali al-Taher. Menurut dia, militer Israel kini bersiap mencegah Hizbullah maupun kelompok lain kembali menggunakan kawasan tersebut.

Katz mengatakan bukit tersebut merupakan bagian dari apa yang disebut Israel sebagai “garis kuning” (yellow line) dan zona keamanan yang dideklarasikan sepihak di wilayah Lebanon.

Zona yang diklaim Israel tersebut mencakup sekitar 700 kilometer persegi. Katz juga menegaskan Israel tidak akan menarik pasukannya maupun melakukan pemindahan posisi hingga Hizbullah dilucuti di seluruh wilayah Lebanon.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan langsung dari pemerintah Lebanon maupun Hizbullah terkait pernyataan Katz.

Ledakan Hancurkan Jaringan Terowongan

Kamis lalu, militer Israel melakukan ledakan besar di kawasan Bukit Ali al-Taher. Militer Israel mengklaim operasi tersebut menghancurkan jaringan terowongan Hizbullah serta infrastruktur lain yang membentang lebih dari 2 kilometer.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kemudian menyebut lokasi tersebut sebagai “situs Iran terbesar di luar Iran.”

Bukit Ali al-Taher terletak di sebelah utara Sungai Litani, di antara Kfar Tibnit dan Nabatieh al-Fawqa. Kawasan tersebut menghadap sebagian besar wilayah Lebanon Selatan sehingga memiliki nilai strategis dari sisi militer.

Awal bulan ini, Netanyahu mengklaim pasukan Israel telah menyelesaikan proses “pembersihan” kawasan tersebut.

Ribuan Orang Tewas dalam Serangan Israel

Operasi militer Israel di Lebanon telah menimbulkan korban dalam jumlah besar. Menurut data resmi Lebanon, serangan Israel sejak 2 Maret telah menewaskan hampir 4.400 orang dan melukai sekitar 12.500 lainnya.

Israel hingga kini masih menduduki sejumlah wilayah di Lebanon Selatan. Sebagian wilayah tersebut telah berada di bawah pendudukan Israel selama puluhan tahun, sementara wilayah lainnya direbut dalam konflik dan operasi militer yang lebih baru.

Situasi tersebut menjadi salah satu sumber ketegangan utama antara Israel dan Lebanon, khususnya dengan keberadaan Hezbollah yang memiliki basis kuat di wilayah selatan negara tersebut.

Baca juga: Israel Klaim Kuasai Dua Infrastruktur Bawah Tanah Hizbullah di Lebanon Selatan

(Willy Haryono)