Hasil DNA Jenazah di Enggano dengan Keluarga Jurnalis Belum Terkonfirmasi

Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad (tengah). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

Hasil DNA Jenazah di Enggano dengan Keluarga Jurnalis Belum Terkonfirmasi

Lukman Diah Sari • 16 September 2026 20:57

Pandeglang: Hasil pencocokan DNA antara keluarga korban hilangnya kapal cepat KM Arupadhatu I di Selat Sunda dengan jenazah anonim di Pulau Enggano, Bengkulu, hingga kini belum terkonfirmasi. Pernyataan itu disampaikan Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad.

Pihaknya telah menyerahkan seluruh data yang dibutuhkan untuk menunjang proses identifikasi kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Bengkulu.

"Semua sudah kami kirimkan, hingga saat ini kami masih menunggu hasilnya," kata Amrad dalam konferensi pers operasi pencarian hari kesembilan di Posko Utama SAR Gabungan Pantai Carita, Pandeglang, Banten, Rabu malam, 16 September 2026, melansir Antara.

Penyelarasan data DNA antemortem dari pihak keluarga dengan sampel postmortem jenazah dinilai menjadi kunci utama. Hal ini krusial guna memastikan apakah jenazah pria tanpa identitas tersebut adalah salah satu dari delapan penumpang KM Arupadhatu I yang hilang.

Langkah medis ini sangat diandalkan menyusul kebuntuan tim SAR gabungan. Selama sembilan hari, petugas telah menyisir perairan Banten, Lampung (sekitar Gunung Anak Krakatau), hingga Bengkulu, usai kapal dilaporkan hilang kontak pada Senin, 7 September 2026.

Adapun delapan orang dalam pencarian tersebut terdiri atas lima jurnalis, yakni M Bagus Khoirunnas (Kantor Berita Antara), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudhistiro (iNews), Firdaus (Anadolu), dan Donal (jurnalis lepas). Tiga korban lainnya adalah Warta (kapten kapal), Surakman (ABK), serta Heriyanto (pemandu).

Tim SAR menyisir sejumlah wilayah perairan Selat Sunda untuk mencari rombongan jurnalis hilang. (Metro TV/ Seprinal Sri Putra)


Sebelumnya, sesosok jenazah pria tanpa identitas ditemukan di pesisir Sawang Bengkok, Desa Khayapu, Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, pada Sabtu, 12 September 2026 oleh Kantor SAR Bengkulu dan warga setempat.

Jenazah tersebut kemudian diterbangkan ke RS Bhayangkara Polda Bengkulu pada Senin, 14 September 2026. Saat ini, proses autopsi dan identifikasi mendalam masih dilakukan oleh Tim DVI Biddokkes Polda Bengkulu bersama Pusdokkes Polri.

(Lukman Diah Sari)