Anggota Basarnas Bengkulu saat melakukan penyisiran di pesisir Pulau Enggano Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, Rabu (16/9/2026). ANTARA/Anggi Mayasari
Basarnas: Temuan Terpal Hijau di Selat Sunda Bukan Milik KM Arupadhatu I
Lukman Diah Sari • 16 September 2026 20:17
Jakarta: Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memastikan temuan terpal hijau berukuran sekitar 10x10 meter di perairan Selat Sunda bukan bagian dari kelengkapan kapal cepat KM Arupadhatu I yang membawa rombongan jurnalis. Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, mengonfirmasi hal tersebut setelah pihaknya mengecek secara detail spesifikasi kapal yang hilang kontak sejak Senin, 7 September 2026 lalu.
"Dari awal kita sudah koordinasi dan kami sampaikan bahwa kapal tersebut tidak membawa terpal. Terpal hijau berukuran kurang lebih 10x10 meter yang ditemukan hari ini sudah kita konfirmasi bukan milik kapal korban," kata Amrad di Posko Utama SAR Carita, Pandeglang, Banten, Rabu malam, 16 September 2026, melansir Antara.
Menurut Amrad, penemuan terpal oleh armada KN SAR Tetuka pada pukul 11.30 WIB itu menambah catatan temuan benda terapung menjadi tiga buah. Namun, ketiganya dipastikan murni sampah laut dan bukan atribut dari kapal korban.
Kendati pengerahan armada utama di delapan sektor pencarian terus dioptimalkan, tim SAR gabungan belum juga menemukan tanda-tanda keberadaan fisik kapal maupun kedelapan korban.

Tim SAR menyisir sejumlah wilayah perairan Selat Sunda untuk mencari rombongan jurnalis hilang. (Metro TV/ Seprinal Sri Putra)
Adapun total luas area pencarian hari ini telah mencakup 3.439 mil laut (nautical mile/NM) persegi, membentang dari perairan Anak Krakatau di perbatasan Banten-Lampung, hingga menjangkau pesisir Pulau Enggano, Bengkulu.
Amrad menambahkan, evaluasi pemodelan penyisiran akan terus diperbarui demi memaksimalkan sisa waktu perpanjangan operasi SAR. Sesuai jadwal awal, operasi pencarian ini akan berakhir pada Kamis, 17 September 2026.
"Kami akan evaluasi besok bagaimana. Terima kasih bapak-ibu sekalian, rekan-rekan jurnalis masih setia menunggu. Harapan kita semua tetap sama, semoga ada tanda-tanda korban segera ditemukan," pungkasnya.