Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf. Foto: Antara.
Mensos Tawarkan Anak dari Korban Pengeroyokan di Bali Masuk Sekolah Rakyat
Gabriella Thesa Widiari • 28 July 2026 21:11
Jakarta: Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menawarkan kepada anak terduga maling ayam di Bali masuk ke Sekolah Rakyat (SR). Diketahui, ayah sang anak tewas dikeroyok massa lantaran menjadi terduga maling ayam.
"Karena memang memenuhi syarat untuk bisa berkenan sekolah di Sekolah Rakyat," kata Gus Ipul, dilansir dari Antara, Selasa, 28 Juli 2026.
Selain itu, Kemensos juga menyiapkan pendampingan psikososial untuk anak dan keluarga dari terduga pelaku pencurian ayam, yang menjadi korban pengeroyokan.
"Kami akan melakukan pendampingan psikososial dan bantuan-bantuan yang dibutuhkan sesuai hasil asesmen," ujar Gus Ipul.
Terkait dengan berbagai bantuan dan pendampingan yang disiapkan, pihak Kemensos masih menunggu berlalunya suasana duka sebelum kembali menjalin dialog dengan keluarga korban pengeroyokan.
"Pada prinsipnya, kami ingin memberikan dukungan sesuai dengan kebutuhan keluarga tersebut," kata Gus Ipul.
Adapun kasus pengeroyokan terhadap terduga pelaku maling ayam di Bali terjadi pada Jumat, 24 Juli 2026, sekitar pukul 01.30 WITA.
Korban diduga tertangkap tangan saat mencuri ayam milik warga di Banjar Juwuk Legi. Aksi itu memicu kemarahan warga yang selama ini resah akibat maraknya pencurian ayam di wilayah tersebut.
.jpg)
Ilustrasi perlindungan anak. Foto: Antara.
Korban kemudian dikeroyok massa hingga meninggal dunia di lokasi kejadian. Massa juga membakar sepeda motor yang digunakan korban sebelum akhirnya petugas kepolisian tiba di lokasi.
Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan fakta bahwa sepeda motor yang dibakar massa diduga merupakan kendaraan hasil pencurian pada 2018.
Kepolisian Resor Tabanan lantas menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus tersebut, yakni MJ, WS, KB, ML dan ND. Meskipun telah menetapkan lima tersangka, kepolisian masih belum mengungkap peran lima tersangka tersebut.