Ilustrasi penanganan stunting dengan pemberian vitamin kepada anak. Foto: Antara.
Jakpus Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Percepat Penanganan Stunting
Anggi Tondi Martaon • 28 July 2026 16:55
Jakarta: Pemerintah Kota Jakarta Pusat (Pemkot Jakpus) memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat penanganan stunting. Hal itu dilakukan melalui sinergi agar intervensi yang dilakukan lebih efektif dan tepat sasaran.
Sekretaris Kota Jakarta Pusat Denny Ramdany mengatakan stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan anak yang tidak sesuai usianya. Namun, berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia yang akan mempengaruhi kesehatan, kecerdasan, produktivitas, dan daya saing.
"Penanganan stunting harus dilakukan secara terpadu dan menyeluruh dengan melibatkan unsur pemerintah, dunia usaha, akademisi, organisasi masyarakat, serta elemen masyarakat," kata Denny dikutip dari Antara, Selasa, 28 Juli 2026.
Denny mengatakan seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan memiliki peran yang jelas dalam merencanakan, melaksanakan, memantau, hingga mengevaluasi intervensi spesifik maupun intervensi sensitif secara terpadu.
Denny juga meminta Tim Percepatan Penurunan Stunting Jakarta Pusat terus memperkuat sinergi, menyamakan persepsi, mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan, serta menyusun langkah strategis yang terukur.
Ia mengajak seluruh pihak bergerak bersama agar Jakpus dapat berkontribusi dalam pencapaian target nasional penurunan prevalensi stunting. "Saya yakin Jakarta Pusat mampu memberikan kontribusi nyata mewujudkan target penurunan stunting serta melahirkan generasi yang sehat, cerdas, unggul, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045," ungkap Denny.
.jpg)
Ilustrasi stunting. Foto: MI.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta Pusat, Novia Silmiati mengatakan terdapat 5.122 balita stunting dari total 18.558 balita di Jakarta Pusat berdasarkan Dashboard Carik Jakarta 2025. Lalu, sebanyak 4.959 keluarga berisiko stunting menjadi sasaran berbagai program intervensi.
Menurut Novia, Pemkot Jakpus mengerahkan 44 Tim Pendamping Keluarga yang aktif mendampingi ibu hamil, calon pengantin, ibu pascapersalinan, bayi, dan balita di seluruh kelurahan.
Ia menilai data tersebut menjadi pengingat bahwa percepatan penanganan stunting membutuhkan komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi dan memastikan setiap perangkat daerah menjalankan perannya secara optimal sehingga intervensi yang diberikan benar-benar tepat sasaran.
"Pendampingan keluarga, pemenuhan gizi, edukasi pengasuhan, serta penguatan intervensi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan harus terus diperkuat secara berkelanjutan," ujar Novia.