Stabilitas Harga Obat-obatan Dinilai Perlu Dijaga

Ilustrasi. Foto: Dok. Medcom.id.

Stabilitas Harga Obat-obatan Dinilai Perlu Dijaga

Fachri Audhia Hafiez • 4 June 2026 20:24

Jakarta: Potensi lonjakan harga obat-obatan dinilai perlu diantisipasi. Rantai pasok dan keterjangkauan harga obat di masyarakat diharapkan tetap aman, terutama bagi kelompok masyarakat rentan.

“Yang harus menjadi perhatian utama adalah jangan sampai masyarakat, terutama pasien yang bergantung pada obat rutin, menjadi pihak yang paling terdampak akibat gejolak ekonomi dan konflik global,” tegas anggota Komisi IX DPR Netty Prasetiyani Aher dalam keterangannya, Kamis, 4 Juni 2026.
 


Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah merilis peringatan mengenai potensi kenaikan harga obat di pasar domestik. Kondisi ini dipicu oleh rapuhnya ketahanan farmasi nasional yang hingga kini masih bergantung pada pasokan bahan baku impor dari luar negeri.

Netty menilai tingginya angka impor tersebut harus menjadi momentum bagi kementerian terkait untuk berbenah. Ketergantungan yang akut pada pasar global dinilai membuat sektor kesehatan Indonesia sangat sensitif terhadap dinamika geopolitik dan fluktuasi mata uang.

“Kita perlu menjadikan situasi ini sebagai alarm untuk mempercepat kemandirian farmasi nasional. Ketergantungan yang terlalu besar terhadap bahan baku impor membuat sistem kesehatan kita rentan terhadap fluktuasi nilai tukar maupun gangguan rantai pasok global,” ucap dia.

Netty juga mengingatkan agar orientasi kebijakan tetap berfokus pada perlindungan pasien. Fluktuasi harga komoditas medis dinilai taruhannya adalah nyawa manusia.

“Pasien hipertensi, diabetes, jantung, kanker, maupun penyakit kronis lainnya membutuhkan obat setiap hari. Karena itu, stabilitas harga dan ketersediaan obat harus menjadi prioritas utama,” kata dia.


Kompleks Parlemen. Foto: Metrotvnews.com/Fachri Audhia Hafiez.

Guna mewujudkan swasembada obat jangka panjang, DPR mendorong penguatan iklim riset serta pemberian insentif bagi industri farmasi lokal. Pemerintah juga diminta memperketat pemantauan harga eceran tertinggi (HET) obat di apotek maupun rumah sakit agar tidak terjadi lonjakan liar yang membebani dompet rakyat.

“Pemerintah perlu memastikan setiap penyesuaian harga dilakukan secara terukur dan proporsional. Jangan sampai akses masyarakat terhadap obat-obatan esensial menjadi terganggu,” ujar Netty.

(Fachri Audhia Hafiez)