Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Metro TV/Aris Setya.
Pangkas Garis Tak Beruntung, Pramono Perkuat Akses Pendidikan di Jakarta
Fachri Audhia Hafiez • 1 March 2026 23:05
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menegaskan bahwa akses pendidikan yang berkualitas merupakan instrumen utama bagi warga Jakarta untuk mencapai kesejahteraan. Menurutnya, memperkuat sektor pendidikan adalah langkah strategis Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam memutus rantai kemiskinan dan mengangkat derajat ekonomi keluarga yang kurang beruntung.
“Saya berkeyakinan dapat memotong garis tak beruntung masyarakat ini melalui akses pendidikan yang baik. Kami alokasikan anggaran Rp1,6 triliun dari APBD untuk membantu warga mengakses pendidikan mulai dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas,” ujar Pramono di Jakarta, dilansir Antara, Minggu, 1 Maret 2026.
Baca Juga :
Pramono: Masa Depan Jakarta Ada di Kawasan JIS
Pramono menjelaskan, saat ini sebanyak 707.513 siswa telah menerima manfaat dari program Kartu Jakarta Pintar (KJP). Ia pun mengimbau warga yang belum terdaftar untuk segera mengurus persyaratan agar bantuan pendidikan tersebut tepat sasaran. Tak hanya itu, Pemprov DKI juga memperluas cakupan sekolah swasta gratis dari 40 sekolah menjadi 103 sekolah pada tahun 2026 ini.
Dukungan pendidikan juga menyasar jenjang perguruan tinggi melalui Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU). Pramono memastikan penerima manfaat tidak hanya terbatas pada jenjang Strata-1 (S1), tetapi juga didorong hingga menempuh pendidikan pascasarjana.
“Penerima kartu ini akan diberikan dana pendidikan untuk kuliah tidak hanya strata satu tapi juga S2 dan S3. Anak-anak keluarga tidak mampu bisa sekolah luar negeri atas pembiayaan dari Pemprov DKI dan ini akan dapat mengangkat ekonomi keluarga nantinya,” kata Pramono.
.jpg)
Ilustrasi. Foto: Dok. Medcom.id
Saat ini, Pemprov DKI tengah menggodok program beasiswa serupa LPDP khusus untuk warga Jakarta agar dapat menempuh pendidikan di universitas ternama luar negeri. Selain beasiswa, pemerintah juga tetap menjalankan program pemutihan ijazah bagi warga yang dokumen kelulusannya masih tertahan di sekolah akibat kendala biaya.
Langkah pemutihan ijazah ini diharapkan dapat membantu warga kurang mampu untuk segera mendapatkan pekerjaan atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Pramono menegaskan, konsistensi dalam memperkuat sektor pendidikan akan terus menjadi prioritas guna memastikan seluruh warga Jakarta memiliki peluang yang sama untuk maju.