Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Metrotvnews.com/Vinka
Gubernur Pramono Pastikan Jakarta Nihil Kasus Virus Nipah
Farhan Zhuhri • 3 February 2026 11:49
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan belum ditemukan kasus Virus Nipah di Ibu Kota. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI terus meningkatkan langkah antisipatif menyusul terbitnya surat edaran Kementerian Kesehatan soal kewaspadaan penyakit zoonotik tersebut.
“Yang Virus Nipah sekali lagi, Alhamdulillah di Jakarta belum ditemukan yang terkena virus Nipah. Kemarin waktu berkomunikasi dengan Bapak Menteri Kesehatan (Budi Gunadi Sadikin), mudah-mudahan Jakarta segera mengantisipasi itu,” ujar Pramono di Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026.
Dia menegaskan telah meminta Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk bergerak cepat melakukan langkah pencegahan dan penanganan dini. Kesiapsiagaan sistem kesehatan menjadi kunci agar potensi penyebaran virus berbahaya dapat ditekan sejak awal.
“Dan saya sudah meminta kepada Dinas Kesehatan untuk segera mengatasi menangan itu. Dan mudah-mudahan Jakarta lebih tanggap,” ujar dia.
Baca Juga:
Cegah Virus Nipah, Kemenkes Perkuat Karantina di Bandara |
Menurut Pramono, pengalaman menghadapi sejumlah penyakit menular sebelumnya harus menjadi pelajaran penting bagi Jakarta. Dia menyinggung kasus-kasus penyakit zoonotik lain yang sempat menimbulkan kekhawatiran publik.
“Karena persoalan yang menyangkut virus Nipah terus kemudian yang kemarin kencing tikus dan sebagainya mudah-mudahan tidak terjadi di Jakarta,” kata dia.
Pencegahan Dini
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani, menegaskan pentingnya langkah pencegahan dini dilakukan meski belum ditemukan kasus di Jakarta.
“Virus Nipah ini merupakan penyakit zoonotik berbahaya yang dapat menular dari hewan ke manusia, bahkan antarmanusia, dengan tingkat kematian yang cukup tinggi. Karena itu, kewaspadaan masyarakat menjadi kunci utama,” ujar Ani.

Ilustrasi virus. Unsplash
Ani menjelaskan penularan Virus Nipah umumnya terjadi melalui kontak langsung dengan hewan terinfeksi, terutama kelelawar pemakan buah.
Selain itu, risiko penularan dapat terjadi melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, serta kontak erat dengan penderita yang sudah terinfeksi.
Menurut dia, masyarakat perlu mengenali gejala awal Virus Nipah agar dapat segera mendapatkan penanganan medis.
"Gejala awal biasanya berupa demam, sakit kepala, dan nyeri otot. Dalam kondisi tertentu bisa berkembang menjadi gangguan pernapasan hingga radang otak atau ensefalitis,” kata Ani.
Hindari Kontak dengan Hewan
Dinkes DKI Jakarta, lanjut Ani, mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan pangan sebagai langkah pencegahan utama.
Dia menekankan pentingnya mencuci buah sebelum dikonsumsi, serta menghindari konsumsi buah yang terbuka, rusak, atau diduga terpapar gigitan kelelawar.
“Masyarakat juga diminta menghindari kontak dengan hewan yang sakit serta tidak mengonsumsi makanan dan minuman yang kebersihannya tidak terjamin,” ujar dia.
Baca Juga:
Virus Nipah di India Jadi Sorotan, WHO Beberkan 7 Temuan |
Ani meminta warga yang merasa mengalami gejala setelah melakukan kontak berisiko segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan deteksi dini dan mencegah potensi penularan lebih luas.
“Ini masalah kewaspadaan bersama. Dengan perilaku hidup bersih dan sehat serta respons cepat terhadap gejala, kita bisa meminimalkan risiko penyebaran Virus Nipah di Jakarta,” ujar dia.