Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto. Foto: Dok. Antara.
Kasus Kematian Sutrimo, Polisi Masih Tunggu Uji Forensik PDFI
Muhammad Adyatma Damardjati • 27 August 2026 15:07
Jakarta: Polda Metro Jaya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik dari Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) untuk memastikan penyebab pasti kematian mantan asisten rumah tangga Febrie Adriansyah, Sutrimo. Pemeriksaan ini membutuhkan waktu yang panjang.
"Sampai hari ini kami masih menunggu dari Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia untuk hasil dari laboratorium kriminal yang hasil pengajuan DNA, jaringan, ataupun ada kandungan zat lain," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto di Jakarta, Kamis, 27 Agustus 2026.
Penantian hasil uji laboratorium ini merupakan tindak lanjut dari proses ekshumasi atau pembongkaran makam Sutrimo. Tim ahli forensik yang dipimpin Brigjen Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti sebelumnya telah mengambil sampel toksikologi, DNA, serta patologi di Pemakaman Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Banyumas.
Langkah medis tersebut diambil penyidik untuk mendeteksi potensi kandungan zat beracun maupun indikasi kekerasan fisik pada tubuh korban. Hal ini demi mengungkap kejanggalan dalam kasus tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto. Foto: Dok. Metrotvnews.com.
Di sisi lain, penyidik Polda Metro Jaya telah menaikkan status penanganan perkara ini ke tahap penyidikan dan terus mendalami keterangan dari puluhan saksi.
"Peningkatan terkait tentang proses penyidikan masih tetap 27 saksi yang baru dilakukan pengambilan pendalaman terhadap keterangan," jelas Budi.
Kepolisian memastikan seluruh hasil uji laboratorium klinis akan dicocokkan dengan alat bukti serta kesaksian para saksi. Budi berjanji membeberkan konstruksi perkara secara rinci setelah laporan resmi dari PDFI rampung.
"Apabila ada sudah keluar, akan kami sampaikan kepada teman-teman sekalian," kata Budi.