IHSG Ditutup Menguat 0,11%, Pasar Cermati Sentimen Global dan Domestik

Ilustrasi papan perdagangan saham di BEI. Foto: dok MI.

IHSG Ditutup Menguat 0,11%, Pasar Cermati Sentimen Global dan Domestik

Ade Hapsari Lestarini • 31 August 2026 17:42

Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 31 Agustus 2026, ditutup menguat di tengah pelaku pasar yang mencermati berbagai sentimen global dan domestik.

IHSG naik 7,36 poin atau 0,11 persen ke level 6.525,48. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 menguat 2,01 poin atau 0,31 persen ke posisi 643,83.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan bursa Asia didominasi pelemahan setelah pernyataan hawkish Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) pada September 2026.

"Bursa Asia didominasi pelemahan setelah pernyataan hawkish Ketua The Fed Kevin Warsh kembali meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) pada September 2026," ujar Nico dalam kajiannya, dilansir Antara, Senin, 31 Agustus 2026.

Dalam pidatonya di Jackson Hole pada Jumat, 28 Agustus 2026, Warsh memperingatkan inflasi belum menunjukkan perlambatan yang berarti. Ia juga menegaskan komitmen para pembuat kebijakan untuk mengembalikan inflasi ke target dua persen.

Sentimen pasar turut dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak setelah militer AS menargetkan peluncur roket Iran yang disebut tengah bersiap memasang ranjau di Selat Hormuz.

Dari dalam negeri, penguatan IHSG berlangsung terbatas karena investor masih berhati-hati menjelang rilis sejumlah data ekonomi penting pekan ini. Data yang menjadi perhatian antara lain inflasi Agustus 2026 dan perdagangan Juli 2026.

Sentimen positif datang dari keputusan DPR RI menyetujui Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) untuk periode 2026-2031. Destry akan menggantikan Perry Warjiyo yang mengundurkan diri pada Juli 2026.


Ilustrasi. Foto: Metrotvnews.com.
 

 

IHSG sempat melemah


IHSG sempat dibuka melemah dan bertahan di zona merah hingga penutupan sesi pertama perdagangan. Memasuki sesi kedua, indeks berbalik ke zona hijau hingga perdagangan berakhir.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, terdapat tujuh sektor yang menguat. Sektor keuangan memimpin dengan kenaikan 1,23 persen, diikuti sektor energi sebesar 0,94 persen dan sektor teknologi sebesar 0,58 persen.

Sementara itu, empat sektor melemah. Sektor industri mencatat penurunan paling dalam sebesar 1,65 persen, diikuti sektor barang baku 0,71 persen dan sektor barang konsumen primer 0,35 persen.

Saham yang mengalami kenaikan harga terbesar antara lain KOTA, SRSN, ASLI, BSIM, dan FORU. Sementara saham dengan penurunan harga terbesar yakni DWGL, RGAS, TMPO, FUJI, dan TCPI.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.372.000 kali transaksi dengan volume 50,33 miliar lembar saham dan nilai transaksi Rp24,99 triliun. Sebanyak 413 saham menguat, 245 saham melemah, dan 305 saham tidak bergerak.

Di kawasan Asia, indeks Nikkei melemah 0,23 persen ke 66.256,00. Sementara indeks Shanghai menguat 0,46 persen ke 3.986,30, Hang Seng melemah 0,07 persen ke 25.566,99, Kospi menguat 0,46 persen ke 6.820,02, dan Straits Times menguat 0,97 persen ke 5.755,36.

(Ade Hapsari Lestarini)