Ilustrasi penerbangan drone. (Anadolu Agency)
Jerman Akan Sediakan 50 Ribu Drone Tempur untuk Ukraina
Willy Haryono • 13 July 2026 13:03
Berlin: Pemerintah Jerman dilaporkan telah menandatangani kontrak besar untuk mendanai pengadaan 50.000 drone serang bagi Ukraina, dalam apa yang disebut sebagai kontrak pengadaan drone terbesar yang pernah dibiayai oleh negara Barat untuk Kyiv.
Laporan Reuters pada Sabtu, 12 Juli 2026, menyebutkan bahwa kontrak tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan negara-negara Barat untuk memperkuat kemampuan militer Ukraina dalam menghadapi invasi Rusia yang telah berlangsung lebih dari empat tahun.
Ukraina saat ini mengandalkan ribuan serangan drone setiap hari dan terus meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri guna memproduksi jutaan unit drone setiap tahunnya.
Dikutip dari Asia Today, Senin, 13 Juli 2026, drone yang akan dipasok melalui kontrak tersebut merupakan drone FPV (First Person View) tipe Shrike yang diproduksi perusahaan pembuat drone asal Ukraina, SkyFall.
Drone tersebut dipadukan dengan perangkat lunak berbasis kecerdasan buatan milik perusahaan teknologi pertahanan Amerika Serikat, Auterion.
Teknologi tersebut memungkinkan drone untuk melacak dan menyerang target bergerak secara otomatis pada fase akhir penerbangan.
CEO Auterion, Lorenz Meier, mengatakan nilai kontrak tersebut mencapai sekitar 90 juta euro atau sekitar Rp1,7 triliun dengan pendanaan berasal dari salah satu negara Eropa yang kemudian diketahui sebagai Jerman.
Menurut Meier, sebagian drone telah dikirimkan kepada pemerintah Ukraina, sementara sisa pengiriman dijadwalkan selesai sebelum akhir tahun ini.
SkyFall mengakui adanya keterlibatan pemerintah Jerman dalam proyek pengadaan tersebut, tetapi menolak memberikan rincian lebih lanjut terkait kontrak.
Dukungan Barat untuk Ukraina
Sementara itu, kementerian pertahanan Jerman maupun Ukraina juga belum memberikan komentar resmi dengan alasan keamanan operasional.Meier menambahkan bahwa Auterion saat ini bekerja sama dengan sejumlah produsen perangkat keras dan pemerintah Barat untuk memasok total 100.000 drone ke Ukraina sepanjang tahun 2026.
Program tersebut mencakup kontrak terpisah senilai 50 juta dolar AS yang didanai Departemen Pertahanan Amerika Serikat untuk pengadaan 33.000 drone yang telah dikirimkan ke Ukraina.
Dukungan militer Barat terhadap kemampuan drone Ukraina terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
Pada bulan lalu, pemerintah Inggris mengumumkan paket bantuan militer senilai 752 juta pound sterling yang mencakup pengiriman 150.000 drone ke Ukraina sebelum akhir tahun.
Perkembangan tersebut menegaskan semakin pentingnya teknologi drone dalam perang modern, terutama dalam konflik Rusia-Ukraina yang telah menjadi salah satu medan perang paling intensif penggunaan drone di dunia.
Baca juga: Zelensky Desak NATO Terima Ukraina, Sebut Pengalaman Perang Jadi Kekuatan Aliansi