Israel dan Hizbullah saling serang di tengah serangan AS-Israel ke Iran. (Anadolu Agency)
Prancis Siapkan Draf Kesepakatan Damai Konflik Israel-Lebanon
Willy Haryono • 15 March 2026 18:56
Paris: Prancis dilaporkan telah menyiapkan sebuah draf kesepakatan damai untuk mengakhiri konflik antara Israel dan Lebanon, yang mencakup kemungkinan pengakuan awal Beirut terhadap Israel.
Menurut laporan portal Axios yang mengutip tiga sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, proposal itu saat ini sedang dianalisis oleh Israel dan Amerika Serikat.
Rencana tersebut muncul setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan kesiapan negaranya menjadi tuan rumah negosiasi guna mencegah Lebanon terjerumus lebih jauh ke dalam kekacauan.
Dilansir dari Antara, Minggu, 15 Maret 2026, pertemuan diplomatik itu dijadwalkan berlangsung di Paris.
Negosiasi Bertahap
Menurut laporan Axios, Israel dan Lebanon akan memulai negosiasi dengan dukungan Amerika Serikat dan Prancis. Pembicaraan awal akan dilakukan di tingkat diplomat senior sebelum kemudian melibatkan para pemimpin politik dari kedua negara.Dalam proposal Prancis, Lebanon disebut akan diminta mengakui Israel secara awal serta menyatakan komitmen untuk menghormati kedaulatan dan integritas wilayah Israel.
Lebanon juga diharuskan menyatakan kesiapannya untuk menegosiasikan perjanjian non-agresi dengan Israel.
Menurut sumber yang dikutip Axios, kesepakatan tersebut ditargetkan ditandatangani dalam waktu dua bulan. Jika tercapai, perjanjian itu berpotensi mengakhiri keadaan perang formal antara Israel dan Lebanon yang telah berlangsung sejak 1948.
Setelah perjanjian non-agresi ditandatangani, Israel disebut akan menarik pasukannya dari lima titik di Lebanon selatan yang telah dikuasai sejak November 2024.
Kedua negara juga akan menegaskan kembali komitmen terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 tahun 2006 serta perjanjian gencatan senjata 2024.
Penetapan Batas Wilayah
Tahap akhir dari rencana Prancis itu mencakup penetapan batas wilayah antara Israel dan Lebanon serta Lebanon dan Suriah sebelum akhir 2026.Masih menurut laporan tersebut, Presiden Lebanon Joseph Aoun telah menunjuk sebuah tim untuk mempersiapkan kemungkinan negosiasi dengan Israel.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan telah menugaskan mantan Kepala Perencanaan Strategis Ron Dermer untuk menangani urusan Lebanon selama konflik berlangsung.
Dermer disebut akan tetap berkoordinasi dengan pemerintahan Presiden AS Donald Trump dan memimpin setiap negosiasi dengan pemerintah Lebanon jika pembicaraan langsung dimulai dalam beberapa pekan mendatang.
Ketegangan meningkat setelah kelompok Hizbullah kembali melancarkan operasi militer terhadap Israel pada awal Maret menyusul pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Sebagai balasan, militer Israel melakukan serangan intensif terhadap pinggiran selatan Beirut serta puluhan kota dan desa di Lebanon selatan dan timur.
Menurut data resmi Lebanon, konflik terbaru tersebut telah menyebabkan 570 orang tewas, 1.444 orang terluka, dan sekitar 800.000 warga mengungsi.
Baca juga: Sekjen PBB Tegaskan Tak Ada Solusi Militer untuk Konflik Lebanon