Logo WHO di kantor pusatnya di Jenewa, Swiss. (EPA)
WHO Kecam Serangan yang Tewaskan 14 Tenaga Kesehatan di Lebanon Selatan
Willy Haryono • 15 March 2026 15:02
Jenewa: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengecam tewasnya 14 tenaga kesehatan di Lebanon selatan dalam 24 jam terakhir, seraya menegaskan pentingnya melindungi tenaga medis serta fasilitas kesehatan dalam situasi konflik.
Dalam pernyataan persnya, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan kehilangan nyawa tersebut merupakan perkembangan tragis di tengah meningkatnya krisis di Timur Tengah.
Dikutip dari Gulf Times, Minggu, 15 Maret 2026, ia menekankan perlunya langkah mendesak untuk meredakan ketegangan serta melindungi kesehatan masyarakat di kawasan tersebut.
Menurut Tedros, insiden tersebut juga menunjukkan serangan yang terus berlanjut terhadap sistem layanan kesehatan di Lebanon, yang menjadi pilar penting bagi masyarakat setempat.
WHO menyebut 12 dokter, paramedis, dan perawat tewas dalam serangan yang terjadi pada malam sebelumnya di Pusat Layanan Kesehatan Primer Burj Qalaouiyeh di Lebanon selatan.
Sementara itu, dua paramedis lainnya dilaporkan tewas dalam serangan terpisah yang menargetkan fasilitas kesehatan.
Sejak situasi di Lebanon memburuk pada 2 Maret, di tengah serangan Israel yang terus berlangsung di berbagai wilayah, WHO telah mencatat 27 serangan terhadap fasilitas kesehatan. Serangan-serangan tersebut menyebabkan 30 orang tewas dan 35 lainnya terluka.
Menurut hukum humaniter internasional, tenaga medis dan fasilitas kesehatan tidak boleh menjadi target serangan maupun dimiliterisasi dalam konflik bersenjata.
Baca juga: Kemenkes Lebanon Sebut 687 Orang Tewas dalam Serangan Israel Sejak 2 Maret