Ahli Waris Korban Kecelakaan Banjarbaru Batulicin Terima Santunan

Empat ahli waris korban kecelakaan di Jalan Alternatif Banjarbaru–Batulicin menerima santunan. Foto: Dok. Istimewa.

Ahli Waris Korban Kecelakaan Banjarbaru Batulicin Terima Santunan

Fachri Audhia Hafiez • 6 August 2026 10:28

Jakarta: Empat ahli waris korban kecelakaan di Jalan Alternatif Banjarbaru–Batulicin menerima santunan dari PT Jasa Raharja. Keluarga korban juga memperoleh bantuan sosial dari Polres Tanah Bumbu di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

“Kami turut berbelasungkawa atas musibah ini. Semoga kita semua diberikan ketabahan,” ujar Kapolres Tanah Bumbu AKBP Novy Adi Wibowo SIK dalam penyerahan bantuan secara langsung bersama Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja Kalimantan Selatan Ahmad Arkan Nugraha dikutip melalui keterangan tertulis, Kamis, 6 Agustus 2026.
 


Sebagai bentuk perlindungan dasar korban kecelakaan lalu lintas, PT Jasa Raharja menyalurkan santunan sebesar Rp50 juta per korban. Sementara itu, bantuan sosial dari Polres Tanah Bumbu diserahkan untuk membantu meringankan beban ekonomi keluarga yang ditinggalkan.

Novy menyampaikan pesan khusus dari Kapolda Kalimantan Selatan kepada seluruh keluarga korban agar tidak ragu berkoordinasi jika membutuhkan bantuan lebih lanjut dari kepolisian.

“Pesan Bapak Kapolda, apabila ada sesuatu atau permasalahan yang berkaitan dengan para korban, silakan disampaikan. Kami siap membantu dan menindaklanjutinya sesuai kewenangan yang ada,” kata Novy.

Keempat penerima santunan dan bantuan sosial tersebut merupakan keluarga dari Tegar Mangku Alamsyah (Ketua Karang Taruna Desa Batulicin Irigasi), Nuraini Salsabila (mahasiswi KKN UNU KASE), Veri Andi Saputra (mahasiswa KKN UNU KASE), serta M Ilyas (sopir mobil tangki BBM).


Empat ahli waris korban kecelakaan di Jalan Alternatif Banjarbaru–Batulicin menerima santunan. Foto: Dok. Istimewa.

Peristiwa kecelakaan maut itu sendiri terjadi pada Sabtu, 1 Agustus 2026, yang melibatkan mobil tangki BBM dengan mobil pikap pengangkut rombongan mahasiswa KKN. Insiden tragis di jalur alternatif tersebut mengakibatkan tujuh orang meninggal dunia dan satu orang luka-luka.

(Fachri Audhia Hafiez)