Populer Ekonomi: Pendaftaran Penggerak HAM 2026 Diperpanjang hingga Sensus Ekonomi 2026

Ilustrasi. Foto: Metrotvnews.com/Khairunnisa Puteri M.

Populer Ekonomi: Pendaftaran Penggerak HAM 2026 Diperpanjang hingga Sensus Ekonomi 2026

Eko Nordiansyah • 27 June 2026 08:15

Jakarta: Pemberitaan mengenai pendaftaran Program Penggerak HAM 2026 diperpanjang menjadi berita paling populer di Kanal Ekonomi Metrotvnews.com, Jumat, 26 Juni 2026. Selain itu ada pemberitaan mengenai data yang digali selama Sensus Ekonomi 2026.

Berikut berita paling populer di Kanal Ekonomi Metrotvnews.com:

1. Pendaftaran Penggerak HAM 2026 Diperpanjang hingga 28 Juni, Simak Tahapannya

Kementerian Hak Asasi Manusia (Kemenham) melalui Direktorat Jenderal Instrumen dan Penguatan HAM resmi memperpanjang masa pendaftaran Program Penggerak HAM 2026 hingga 28 Juni 2026.
Baca selengkapnya di sini

2. Ini Data yang Digali saat Sensus Ekonomi 2026

Badan Pusat Statistik (BPS) menyelenggarakan Sensus Ekonomi 2026 (SE 2026) pada 1 Mei-31 Agustus 2026. SE2026 merupakan kegiatan strategis nasional untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan struktur perekonomian Indonesia.
Baca selengkapnya di sini

3. Pengelolaan Sampah dan Daur Ulang Tekstil Perkuat Budaya Zero Waste di Perusahaan

PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui pengelolaan sampah terpadu di lingkungan kerja. PLN EPI bekerja sama dengan Waste4Change dan Eco Touch menerapkan pemilahan sampah dari sumber sebagai bagian dari upaya mengurangi timbulan sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Baca selengkapnya di sini

4. Stok MinyaKita di Pasar Karangayu Semarang Terbatas, Harga Tepung Naik

Para pedagang di Pasar Karangayu, Kota Semarang, mulai mengeluhkan kondisi stok minyak goreng MinyaKita yang semakin terbatas. Di saat yang sama, fluktuasi harga pangan terjadi pada beberapa komoditas, di mana harga tepung-tepungan merangkak naik tajam sementara harga telur justru mengalami penurunan.
Baca selengkapnya di sini

5. Ini Alasan Purbaya Tolak Pinjaman IMF

Plt Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (SPSK) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Herman Saheruddin mengungkapkan alasan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menolak tawaran pinjaman dari Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF).
Baca selengkapnya di sini

(Eko Nordiansyah)