Regulator Australia Terima Ancaman Pembunuhan usai Terapkan Larangan Medsos Anak

Ilustrasi media sosial. (Anadolu Agency)

Regulator Australia Terima Ancaman Pembunuhan usai Terapkan Larangan Medsos Anak

Willy Haryono • 29 April 2026 19:50

Canberra: Regulator keamanan daring tertinggi di Australia mengungkapkan pada Rabu, 29 April 2026, bahwa ia telah menerima ancaman pembunuhan dan serangan daring lain setelah menerapkan larangan media sosial bagi anak-anak.

Julie Inman Grant, Kepala Komisi eSafety Australia, mengatakan tekanan meningkat setelah aturan yang menunda akses media sosial hingga usia 16 tahun diumumkan. Dalam 24 jam setelah kritik dari Elon Musk, sekitar 75.000 unggahan di media sosial ditujukan kepada Grant, yang sebagian besarnya berisi konten toxic dan ancaman serius.

Ia menyebut dirinya menjadi sasaran doxing, deepfake, dan pelecehan berbasis gender.

“Masalahnya adalah ketika mereka membocorkan data anak-anak dan anggota keluarga saya, itu membuat saya bertanya apakah saya membahayakan keluarga saya,” ujarnya, dikutip dari media TRT World, Rabu, 29 April 2026.

Grant menilai ancaman tersebut meluas hingga ke keluarga, sehingga memunculkan kekhawatiran terkait keamanan pribadi. Ia juga menyoroti bahwa pejabat regulator belum memiliki perlindungan keamanan seperti pejabat terpilih.

Meski menghadapi tekanan, ia menegaskan tetap berkomitmen menjalankan tugasnya dalam menegakkan keamanan digital. Ia menilai intimidasi tidak akan menghentikan upaya perlindungan pengguna, khususnya anak-anak.

Pekan lalu, Komisi eSafety mengeluarkan perintah transparansi yang mengikat secara hukum kepada platform gim seperti Roblox, Minecraft, Fortnite, dan Steam. Langkah ini diambil di tengah kekhawatiran bahwa platform tersebut disalahgunakan oleh predator seksual dan kelompok ekstremis.

Australia sebelumnya menjadi negara pertama yang melarang anak di bawah usia 16 tahun memiliki akun media sosial. Kebijakan ini kini mulai diikuti sejumlah negara lain karena meningkatnya kekhawatiran terhadap dampak media sosial terhadap kesehatan mental dan perkembangan anak. (Keysa Qanita)

Baca juga:  Larangan Media Sosial untuk Anak di Australia: Efektifkah Kebijakan Ini?

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)