Rupiah Dibuka Turun ke Rp16.916 per USD

Ilustrasi rupiah. Metrototvnews.com/Eko Nordiansyah

Rupiah Dibuka Turun ke Rp16.916 per USD

Eko Nordiansyah • 6 March 2026 09:19

Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini kembali mengalami pelemahan. Rupiah melemah atas dolar AS yang balik arah menguat karena meningkatnya ketengangan konflik AS-Iran.

Mengutip data Bloomberg, Jumat, 6 Maret 2026, rupiah berada di level Rp16.916 per USD. Mata uang Garuda tersebut turun 11 poin atau setara 0,07 persen dari Rp16.905 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.

Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah pada waktu yang sama berada di level Rp16.881 per USD. Mata uang Garuda justru menguat dibandingkan pada pembukaan perdagangan pagi kemarin sebesar Rp16.906 per USD.

 

Rupiah diprediksi fluktuatif cenderung melemah

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah pada perdagangan hari ini akan bergerak secara fluktuatif dengan kemungkinan melemah. Mata uang rupiah diperkirakan bergerak di rentang Rp16.900 per USD hingga Rp16.940 per USD.

Ibrahim mengungkapkan, pergerakan kurs rupiah hari ini dipengaruhi oleh sentimen tensi geopolitik di Timur Tengah yang semakin memanas setelah Iran meluncurkan gelombang rudal ke Israel pada Kamis pagi, menyebabkan jutaan penduduk berlindung di tempat perlindungan bom saat konflik memasuki hari keenam dan hanya beberapa jam setelah upaya untuk menghentikan serangan udara AS diblokir di Washington.

Pada Rabu, sebuah kapal selam AS menenggelamkan kapal perang Iran di lepas pantai Sri Lanka, menewaskan sedikitnya 80 orang, dan pertahanan udara NATO menghancurkan rudal balistik Iran yang ditembakkan ke arah Turki.

Pasukan Iran telah menyerang kapal tanker minyak di atau dekat Selat Hormuz. Ledakan dilaporkan terjadi di dekat sebuah kapal tanker di lepas pantai Kuwait, menurut Operasi Perdagangan Maritim Inggris.

"Eskalasi tersebut terjadi ketika putra pemimpin tertinggi Iran yang telah tewas muncul sebagai kandidat terdepan untuk menggantikannya, menunjukkan Teheran tidak akan menyerah pada tekanan, lima hari setelah AS dan Israel melancarkan kampanye militer yang telah menewaskan ratusan orang dan mengguncang pasar global," papar Ibrahim.

Di sisi lain, Bank Indonesia merespons penilaian lembaga pemeringkat Fitch Ratings yang mempertahankan sovereign credit rating Indonesia pada BBB dan melakukan penyesuaian outlook menjadi negative. 

Afirmasi rating Indonesia pada BBB merefleksikan kepercayaan global terhadap fundamental ekonomi Indonesia yang tetap kuat. Selain itu, penyesuaian outlook diyakini tidak mencerminkan pelemahan fundamental perekonomian Indonesia. 

Kemudian, stabilitas sistem keuangan juga tetap terjaga baik, ditopang likuiditas yang memadai, permodalan perbankan yang terjaga pada level tinggi, serta risiko kredit yang rendah. Selain itu, digitalisasi sistem pembayaran yang meluas, ditopang oleh infrastruktur yang stabil, dan struktur industri yang sehat turut mendukung pertumbuhan ekonomi.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)