Gedung KPK. Foto: Metrotvnews.com/Fachri.
KPK Dapat Dukungan Warga Pekalongan Usai Tangkap Fadia Arafiq
Candra Yuri Nuralam • 6 March 2026 13:58
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendapatkan banyak dukungan warga Pekalongan usai menangkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq. Saat ini, Fadia sedang ditahan dalam kasus dugaan rasuah pada pengadaan barang dan jasa terkait outsourcing dan lainnya.
"PascaKPK melakukan penyelidikan tertutup peristiwa tertangkap tangan di Pekalongan, hari ini kami mendapatkan banyak pesan dukungan dari warga Pekalongan, bahkan sampai ada yang mengirimkan karangan bunga ya," kata juru bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, dikutip pada Jumat, 6 Maret 2026.
KPK menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut. Lembaga Antirasuah berjanji akan menuntaskan perkara itu dan menjerat semua pihak terkait jika ada bukti tambahan.
"Kalau kita bicara pemberantasan korupsi, ini adalah ikhtiar kolektif dan KPK berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan seluruh unsur masyarakat," ujar Budi.
Fadia merupakan penerima manfaat dari PT RNB. Dalam kasus ini, Fadia diduga mengintervensi kepala dinas untuk memenangkan PT RNB sebagai penyedia jasa outsourcing di Kabupaten Pekalongan.
Setidaknya, Fadia meminta sejumlah dinas, kecamatan, sampai rumah sakit daerah menggunakan jasa PT RNB untuk kebutuhan outsourcing. Perusahaan itu tetap memenangkan proyek meski ada pihak lain yang menawarkan harga lebih murah.
.jpg)
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq. Foto: Antara.
Dalam kasus ini, setiap perangkat desa diminta untuk menyerahkan harga perkiraan sendiri (HPS) kepada PT RNB di awal. Nantinya, perusahaan keluarga Fadia itu akan menyesuaikan nilai penawaran dengan angka yang diberikan.
Dalam kasus ini, PT RNB sudah mendapatkan proyek pada 17 perangkat daerah, tiga RSUD, dan satu kecamatan. Total, perusahaan itu mendapatkan Rp46 miliar dari 2023 sampai 2026.