Nasionalisme Warga Iran Hambat Skenario Penggulingan Rezim oleh AS-Israel

Ribuan pendukung Ayatollah Ali Khamenei turun ke jalanan Iran. (Anadolu Agency)

Nasionalisme Warga Iran Hambat Skenario Penggulingan Rezim oleh AS-Israel

Willy Haryono • 3 March 2026 09:26

Jakarta: Strategi Amerika Serikat (AS) dan Israel untuk mendorong terjadinya penggulingan rezim Iran melalui tekanan militer besar-besaran diprediksi tidak akan berjalan sesuai rencana, ucap pengamat hubungan internasional Universitas Indonesia, Yon Mahmudi Ismail.

Ia menilai faktor nasionalisme dan kehormatan negara menjadi elemen kunci yang memperkuat daya tahan masyarakat Iran.

Menurut Yon, meski Iran menghadapi tekanan ekonomi akibat embargo dan sanksi internasional, dukungan terhadap intervensi asing justru dipersepsikan sebagai bentuk pengkhianatan.

“Bagi yang berusaha untuk mendukung Amerika, itu dipersepsikan sebagai pengkhianat bangsa. Persoalan intervensi asing sangat serius di Iran,” ujar Yon dalam Program Breaking News Metro TV, Selasa, 3 Maret 2026.

Ia menjelaskan bahwa dalam sejarah politik Iran, tekanan eksternal sering kali justru memicu konsolidasi nasional.

Walau sebelumnya terjadi berbagai protes domestik terkait ekonomi, serangan militer dari luar negeri cenderung menyatukan masyarakat dalam semangat mempertahankan kedaulatan.

Yon juga menilai Iran telah mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan konflik jangka panjang. Dengan kapasitas militer serta dukungan sosial yang masih solid, Teheran diperkirakan siap menghadapi skenario terburuk.

“Semangat untuk membela dan mempertahankan negara dari intervensi asing masih sangat kuat. Ini yang membuat perang ini bisa berlangsung lama dan mereka siap bertahan,” tutup Yon. (Kelvin Yurcel)

Baca juga:  Trump Ingin Tumbangkan Rezim Iran dengan Revolusi Rakyat, Apakah Bisa?

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)