Peningkatan Peran Perempuan dalam Pembangunan Butuh Dukungan Semua Pihak

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat (Rerie)/Foto Metrotvnews

Peningkatan Peran Perempuan dalam Pembangunan Butuh Dukungan Semua Pihak

Siti Yona Hukmana • 20 April 2026 15:04

Jakarta: Era digitalisasi saat ini harus diimbangi dengan peningkatan literasi dan sistem perlindungan bagi setiap warga negara, termasuk perempuan. Utamanya, dalam upaya meningkatkan peran perempuan dalam proses pembangunan. 

"Revolusi digital saat ini sejatinya membuka peluang ekonomi besar bagi perempuan Indonesia, namun di saat bersamaan ancaman kekerasan berbasis gender online (KBGO) yang dihadapi perempuan terus meningkat. Hal ini harus menjadi perhatian serius semua pihak," kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Senin, 20 April 2026.

Data Kementerian Komunitas dan Digital (Kemenkomdigi) 2025 menunjukkan 64,5 persen atau 37 juta pelaku UMKM adalah perempuan. Namun di sisi lain, kataLestari, Komnas Perempuan mencatat 8.543 pengaduan kasus KBGO sepanjang 2025, angka itu meningkat 35 persen dari tahun sebelumnya.

Rerie, sapaan akrab Lestari mengatakan merealisasikan peningkatan partisipasi perempuan di sektor UMKM dengan memanfaatkan perkembangan digital yang ada, merupakan langkah yang strategis. Namun, anggota Komisi X DPR RI itu menyebut langkah tersebut harus dibarengi dengan upaya intensif meningkatkan literasi dan penerapan sistem perlindungan yang memadai bagi perempuan dan anak di ruang digital. 

Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Rerie). Foto: Dok. Metrotvnews.com

Rerie berpendapat keterlibatan para pemangku kepentingan dan masyarakat dalam mewujudkan ekosistem digital yang aman dan produktif bagi setiap warga negara, termasuk perempuan dan anak, harus segera dilakukan. 

"Kolaborasi pemerintah, swasta, komunitas, dan masyarakat bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk menciptakan lingkungan yang aman, serta meningkatkan peran perempuan Indonesia dalam proses pembangunan," ujar anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu. 

Pasalnya, kata Rerie, peningkatan partisipasi perempuan dalam proses pembangunan merupakan bagian dari upaya melahirkan generasi penerus bangsa yang sehat dan berdaya saing di masa depan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Siti Yona Hukmana)