Rupiah Rabu Pagi Turun ke Rp17.156 per USD

Ilustrasi. Foto: Dok MI

Rupiah Rabu Pagi Turun ke Rp17.156 per USD

Eko Nordiansyah • 22 April 2026 09:09

Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini kembali mengalami pelemahan. Rupiah melemah saat dolar AS mengalami penguatan di tengah perpanjangan gencatan senjata AS-Iran.

Mengutip data Bloomberg, Rabu, 22 April 2026, rupiah berada di level Rp17.156 per USD. Mata uang Garuda tersebut melemah 13 poin atau setara 0,08 persen dari Rp17.143 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.

Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah pada waktu yang sama berada di level Rp17.137 per USD. Rupiah terpantau masih menguat dibandingkan pembukaan perdagangan kemarin sebesar Rp17.184 per USD.

Baca Juga :

Dolar AS Balik Menguat

 


(Ilustrasi. Foto: MI/Susanto)

Rupiah fluktuatif cenderung melemah

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memperkirakan mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah hari ini. Mata uang Garuda diproyeksi bergerak di rentang Rp 17.140- Rp 17.180 per USD.

Ibrahim menjelaskan, prospek rupiah masih dibayangi ketidakpastian seputar konflik di Timur Tengah. Ia menyebut, masa depan perang sebagian besar masih belum pasti, di tengah sinyal yang saling bertentangan tentang apakah pembicaraan damai AS-Iran lebih lanjut akan berlangsung

“Trump mengonfirmasi bahwa delegasi yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance akan melakukan perjalanan ke Pakistan untuk pembicaraan lebih lanjut minggu ini,” ujar Ibrahim.

Selain konflik AS dengan Iran, pergerakan rupiah juga akan dipengaruhi oleh sentimen tentang sidang konfirmasi Kevin Warsh sebagai ketua Federal Reserve (The Fed). Pasalnya pencalonan Warsh dipandang kurang lunak daripada yang diharapkan pasar. 

"Meskipun ia telah menyatakan dukungan untuk seruan Trump agar suku bunga lebih rendah, ia di masa lalu telah mengkritik aktivitas pembelian aset Fed, dan menyerukan neraca yang lebih ramping," ujar Ibrahim.

Di dalam negeri, pemerintah tengah berupaya meningkatkan investasi dengan memastikan ekonomi nasional tumbuh sesuai target. Untuk mencapai hal tersebut, pemerintah menyelaraskan kebijakan fiskal dengan realisasinya guna menciptakan perbaikan kondisi ekonomi secara berkelanjutan.

“Indonesia tengah menggeser fokus pembangunan, tidak hanya menjaga stabilitas, tetapi juga menuju pertumbuhan yang lebih produktif, bernilai tambah, dan menciptakan lapangan kerja berkualitas. Transformasi ini didorong melalui tiga pilar utama, yaitu investasi, industrialisasi, dan produktivitas,” kata Ibrahim.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)