Rayu Menkeu, Menperin: Insentif Kendaraan Listrik Masih Relevan Tekan Subsidi BBM

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto: Metrotvnews.com/Richard Alkhalik.

Rayu Menkeu, Menperin: Insentif Kendaraan Listrik Masih Relevan Tekan Subsidi BBM

Richard Alkhalik • 5 May 2026 15:27

Jakarta: Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menemui Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, membahas peluang pemberian insentif kendaraan listrik sebagai langkah memperkuat industri nasional.

Agus mengungkapkan sejak meletusnya konflik geopolitik di Iran, orientasi pasar otomotif mulai beralih secara masif ke arah kendaraan berbasis listrik atau Electric Vehicle (EV) demi menekan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Merujuk pada dinamika itu, Agus menilai skema pemberian insentif untuk motor dan mobil listrik dari pemerintah kini menjadi kebijakan yang semakin relevan. Hal itu juga bukan hanya untuk menekan emisi semata.

"Sekarang ada yang lebih penting dari itu, yaitu agar kita lebih banyak mengurangi penggunaan BBM, kita lebih banyak bisa mengurangi subsidi negara," kata Agus saat memberikan keterangan di kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa, 5 Mei 2026

Saat dikonfirmasi mengenai keberlanjutan insentif untuk kendaraan listrik itu, Agus memastikan program insentif tersebut hingga kini masih terus dipertahankan.

Ia menambahkan seluruh rumusan kebijakan antarkementerian tengah dilakukan untuk memiliki satu visi yang sama, yakni bermuara pada penguatan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
 
Baca juga: Transformasi Truk Hibrida Tingkatkan Efisiensi Bahan Bakar hingga Pangkas Emisi


(Ilustrasi mobl listrik. Foto: Medcom.id)
 

Industri tertekan dinamika pasar dan pasokan


Agus juga tidak menampik saat ini iklim industri tengah dihadapkan pada tekanan terkait dinamika pasar dan pasokan bahan baku. Kondisi penuh tantangan ini diakui sedang menimpa seluruh negara di dunia.

"Kita ini sekarang dalam kondisi yang mungkin harus menjadi perhatian, dan yang menghadapi kondisi ini bukan hanya Indonesia, dan saya tetap percaya dengan resiliensi dari sektor manufaktur kita," tegas Agus.

Ia mencontohkan rekam jejak sektor riil Indonesia yang telah teruji berulang kali melewati krisis dengan magnitudo luar biasa, termasuk saat hantaman pandemi covid-19 lalu.

Agus menekankan, pemerintah optimistis rentetan tekanan pasokan bahan baku dan fluktuasi pasar yang menghantam sektor industri saat ini hanya bersifat sementara.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)