Komisi XIII DPR RI meninjau penggunaan aplikasi SIAP untuk pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Nabire, Papua Tengah. (Foto: Dok. Metro TV)
Komisi XIII DPR Tinjau Program MBG di Nabire dan Penggunaan Aplikasi SIAP
Duta Erlangga • 6 May 2026 16:28
Jakarta: Komisi XIII DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Nabire untuk memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan dengan baik. Anggota dewan juga turut meninjau inovasi aplikasi pengawasan real-time yang dikembangkan lokal bernama SIAP.
Anggota Komisi XIII DPR RI Yan Permenas Mandenas menyambangi dapur Satuan Pelayanan Persiapan Gizi (SPPG) Oyehe di Nabire. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan proses penyiapan makanan bergizi bagi siswa berjalan sesuai standar.

Anggota Komisi XIII DPR RI meninjau proses penyiapan makanan di dapur SPPG Oyehe, Nabire, Papua Tengah. (Foto: Dok. Metro TV)
Tidak hanya di dapur, Yan Mandenas juga mengunjungi SMP Negeri 1 Nabire di Jalan RE Martadinata untuk berdialog langsung dengan siswa dan guru, sekaligus memastikan program pemerintah tersebut tepat sasaran.
Salah satu agenda utama adalah presentasi aplikasi SIAP, yakni sistem informasi administrasi MBG yang dirancang oleh putra daerah Nabire. Aplikasi SIAP mampu memantau rantai pasokan bahan makanan hingga kondisi kesehatan siswa secara real-time.
"Ya aplikasi ini bagus, kan tinggal dipakai. Karena kita cek di online semua muncul. Dicek di internet kelihatan semua. Jadi tinggal mereka update data saja dan saya pikir ini kalau dipakai untuk yang lain-lain ya bagus karena bisa membantu pengawasan masyarakat, pengawasan orang tua terutama ya. Supaya orang tua juga bisa mengetahui perkembangan yang terjadi, masyarakat bisa tahu itu bagaimana perputaran uang dari dapur-dapur MBG di kota Nabire, terutama di provinsi Papua Tengah kalau semua pakai ini bagus," kata Anggota DPR RI Komisi XIII Yan Permenas Mandenas, dikutip dari program Metro Pagi Primetime, Rabu, 6 Mei 2026.
Baca Juga :
80 Calon Haji Asal Nabire Diberangkatkan 10 Mei
Sementara pengembang aplikasi SIAP yang juga koordinator MBG Nabire Marsel Asyerem menyebut aplikasi SIAP mampu memantau rantai pasokan bahan makanan hingga perputaran anggaran dan kondisi kesehatan siswa penerima manfaat.
Terkait pengoperasian program ini, Marsel menyebut aplikasi SIAP bisa dipantau oleh siapa saja sehingga program MBG bisa diawasi bersama-sama.
"Sering terjadi keterlambatan pengantaran makanan. Kemudian sering juga terjadi siswa mengalami alergi, gatal-gatal setelah makan, bahkan ada yang muntah-muntah. Nah kemudian pengawasan karyawan kadang terlambat, kadang tidak masuk. Sehingga kami berpikir bagaimana caranya supaya sistem informasi MBG ini kami ciptakan untuk bisa membantu kerja kami di Nabire," ucap Koordinator MBG Nabire Marsel Asyerem.
Yan Mandenas menegaskan akan melakukan evaluasi total jika penggunaan bahan makanan dan tenaga kerja lokal tidak diprioritaskan. Dengan integrasi teknologi SIAP ini diharapkan program MBG di Nabire bisa menjadi percontohan nasional.