Ketua Umum (Ketum) PBNU, Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya). Foto: Antara.
PBNU Gelar Pleno pada 21 Mei Tentukan Waktu dan Tempat Munas-Konbes
Anggi Tondi Martaon • 13 May 2026 16:59
Jakarta: Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) akan menggelar rapat pleno pada 21 Mei 2026. Rapat pleno dilakukan untuk menentukan waktu dan tempat pelaksanaan Musyawarah Nasional Alim Ulama (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama.
“Panitia sudah disahkan, hari ini ada rapat pertama panitia. Rais Aam sudah setuju untuk kita selenggarakan pleno tanggal 21 Mei nanti. Itu nanti untuk memutuskan waktu dan tempat Munas dan Konbes,” ujar Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dikutip dari Antara, Rabu, 13 Mei 2026.
Gus Yahya menjelaskan, salah satu hasil penyelenggaraan Munas dan Konbes yaitu menentukan waktu dan tempat penyelenggaraan Muktamar. Dalam muktamar ini akan menentukan masa kepengurusan yang baru PBNU untuk lima tahun ke depan.
Baca Juga :
Muktamar ke-35 NU Digelar pada 1-5 Agustus 2026
Gus Yahya mengatakan banyak usulan mengemuka perihal tempat penyelenggaraan Munas-Konbes maupun muktamar seperti Jakarta, Sumatra Utara, Sumatra Barat, NTB, Jawa Timur, hingga Jawa Barat. Kendati demikian, menurutnya, keputusan baru akan diambil dalam Munas dan Konbes PBNU.“Jadi nanti kita akan bicarakan, kita putuskan dengan cara NU. Cara NU itu artinya dengan kebijakan, wisdom dari para sesepuh kiai di lingkungan itu,” ungkap Gus Yahya.
_%20Foto%20Medcom_id(3).jpeg)
Nahdlatul Ulama (NU). Foto: Medcom.id.
Perihal nama-nama yang muncul sebagai kandidat calon ketua umum PBNU, Gus Yahya mempersilakan siapapun untuk maju. Salah satu nama yang diisukan bakal maju yaitu Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Disinggung apakah Gus Yahya akan kembali maju dalam kontestasi ketua umum, ia menyebut ingin menuntaskan segala janji ketika terpilih sebagai pimpinan PBNU saat muktamar di Lampung.
“Saya ini sekarang sedang berusaha melunasi utang janji saya pada waktu maju calon di Lampung kemarin. Kalau sudah lunas semua, ya, sudah. Kalau belum lunas, saya akan minta tempuh (maju),” ujar Gus Yahya.