Tangkapan layar - Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Hasudungan Sidabalok. Foto: ANTARA/Lia Wanadriani Santosa.
Cegah Anomali Harga, Pemprov DKI Memelototi Pasar Tradisional Tiap Hari
Fachri Audhia Hafiez • 10 March 2026 13:31
Jakarta: Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta menyiagakan puluhan petugas untuk melakukan pengawasan rutin terhadap fluktuasi harga bahan pokok di pasar-pasar tradisional. Langkah ini merupakan bagian dari sistem peringatan dini (early warning system) guna mendeteksi adanya anomali harga yang dapat memberatkan masyarakat.
"Setiap hari, ada 20 orang enumerator di seluruh Jakarta, mereka akan keliling ke pasar-pasar tradisional untuk memeriksa harga," ujar Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok dalam sebuah siniar di Jakarta, dilansir Antara, Selasa, 10 Maret 2026.
Baca Juga :
Hasudungan menjelaskan bahwa data hasil temuan para petugas di lapangan langsung diunggah ke sistem informasi Info Pangan Jakarta, agar dapat diakses publik secara transparan. Selain itu, Pemprov DKI secara intensif melakukan pembanding data dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan kementerian terkait untuk memastikan akurasi informasi harga.
"Kalau terjadi anomali, terlalu tinggi atau terlalu rendah, terkait harga pangan, kita bisa periksa silang ke lapangan," tegas Hasudungan.
.jpg)
Pasar tradisional. Foto: Dok. Medcom.id.
Ketergantungan Jakarta yang mencapai 98 persen terhadap pasokan pangan dari luar daerah membuat stabilitas harga sangat rentan terhadap cuaca dan biaya transportasi. Menanggapi tantangan tersebut, Hasudungan menyebut Pemprov DKI melalui BUMD pangan telah memperkuat skema pertanian kontrak (contract farming) langsung dengan daerah produsen.
"Dengan adanya kerja sama tersebut, jalurnya bisa lebih singkat. Jadi, tidak melalui agen lagi. Otomatis harganya lebih murah dan tersedianya juga lebih cepat," ujar Hasudungan.