Mata uang rial Iran. Foto: stiestekom.ac.id
Berapa Kurs Rupiah ke Rial Iran? Ini Harga Terbaru dan Penyebab Anjloknya
Eko Nordiansyah • 16 January 2026 16:06
Jakarta: Rial Iran (IRR) terus mencatatkan rekor terendah baru dalam krisis mata uang yang mendalam. Kejatuhan nilai tukarnya memiliki dampak signifikan terhadap perekonomian rakyat Iran dan menarik perhatian pasar global.
Konversi IDR ke IRR
Terdapat perbedaan mencolok antara kurs resmi pemerintah Iran dan nilai riil di pasar bebas akibat tekanan ekonomi:- Kurs Resmi Pemerintah Iran: Sekitar Rp0,37 - Rp0,40 per 1 Rial. Kurs ini digunakan untuk transaksi pemerintah terbatas.
- Kurs Pasar Bebas (Nilai Riil): Anjlok jauh menjadi sekitar Rp0,016 per 1 Rial, yang mencerminkan kondisi ekonomi sebenarnya.

(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Penyebab anjloknya IRR
Anjloknya nilai tukar rial Iran dipicu oleh kombinasi tekanan eksternal dan internal yang terjadi hampir bersamaan. Sejak September 2025, kembalinya sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui mekanisme snapback membuat Iran kembali terisolasi dari sistem perdagangan dan perbankan internasional.Kondisi ini diperparah oleh anjloknya ekspor minyak ke Tiongkok lebih dari 50 persen, sehingga menghilangkan sumber devisa utama negara dan melemahkan kemampuan pemerintah menopang nilai mata uang.
Selain itu, terbongkarnya jaringan perbankan bayangan Iran setelah dikenai sanksi Amerika Serikat memutus jalur pemindahan dana hasil ekspor, yang semakin memperparah kelangkaan dolar di pasar domestik. Seluruh tekanan tersebut memicu krisis kepercayaan di tengah masyarakat dan mempercepat pelemahan rial.
Dampak krisis
Di tingkat global, krisis ini membuktikan efektivitas sanksi multilateral PBB dan berpotensi mengancam stabilitas pasokan energi dunia mengingat Iran sebagai produsen minyak besar. Tekanan ekonomi juga memicu gelombang protes yang signifikan di dalam negeri.Keterpurukan Rial Iran pada awal 2026 menjadi pelajaran tentang pentingnya ketahanan ekonomi dan kesiapan menghadapi tekanan global yang kompleks. (Muhammad Adyatma Damardjati)
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com